JUJUR, saya memang tidak pakar lingkungan dan pakar tentang banjir. Tapi, saya banyak punya teman yang pakar tentang lingkungan yang punya segudang ilmu masalah banjir.
Secara fakta, setiap bencana pasti menimbulkan kerugian di wilayah yang terkena musibah, begitu pula ketika bencana banjir melanda perkampungan masyarakat, sebagaimana yang terjadi di Kota Padang, Selasa 22 Maret 2016.
Kemudian akibat dari banjir tersebut, ratusan rumah dibeberapa kecamatan, seperti Kecamatan Koto Tangah, Kuranji dan Nanggalo terendam dua urang terseret arus dan satu ditemukan sudah meninggal dunia dan satu lagi bocah berusia 3,5 tahun, bernama Tito (3) warga RT 2 RW 1 Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur, yang masih dalam pencarian di Sungai Bandabakali.
Sedangkan yang korban kedua telah ditemukan dalam keadaan tewas pada pukul 15.30 WIB. Korban bernama Rusdiyanto (24). Jenazahnya ditemukan di bibir Pantai Pasir Jambak, RT 03 RW 07, Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah.
Sebagaimana diketahui, musibah banjir merupakan suatu kondisi di mana terjadi luapan air yang berlebih yang mengakibatkan terendamnya suatu wilayah. Maksudnya, banjir bisa diartikan sebagai aliran air yang tidak dapat lagi tertampung oleh sungai, laut, danau, dan saluran lainnya.
Yang jelas, setiap terjadi banjir, banyak kerugian yang terjadi, seperti; 1.Menyebarnya berbagai bibit penyakit, 2.Kehilangan harta benda, 3.Ladang, tanaman, lahan pertanian yang rusak, 4.Banyak korban jiwa akibat banjir bandang, 5.Fasilitas umum, sarana prasarana yang rusak, 6.Jarang air karena sudah terkontaminasi banjir, 7.Pohon-pohon besar yang lama terendam akan mati, 8.Pemulihan kembali daerah bencana yang butuh waktu lama, 9.Biaya untuk membangun sarana prasarana yang rusak tidak murah, 10. Terjadi kenaikan harga karena bahan makanan yang langka.
Sedangkan penyebabnya banyak, diantaranya karena terjadi penebangan hutan secara liar yang menyebabkan hutan gundul dan pembuangan sampah yang sembarangan dibuang di sungai membuat alirannya mampet. Bahkan, setiap terjadi banjir selama ini, pemerintah selalu dinilai dengan berbagai macam tuduhan dan selanjutnya pihak pemerintahkan pun kadangkala mencari "kambing hitam" dengan berbagai tiori dan argumentasi.
Yang menariknya, Walikota Padang, Mahyeldi Ansyarullah, sejak pukul 05.25 WIB seusai salat subuh, Selasa, 22 Maret 2016, langsung turun kelapangan untuk memantau kondisi banjir yang melanda beberapa daerah secara meraton, serta menginstruksikan kepala SKPD, Camat dan lurah untuk proaktif menyikapi banjir.
KINI, terlepas dari berbagai dampak dan kerugian akibat banjir, ternyata banjir juga punya manfaat atau keuntungan. Apa manfaat dan keuntungannya? 1. Air tanah jadi terisi kembali, 2. Di wilayah kering, mencukupi kebutuhan air, 3. Banjir menambah kandungan yang ada di tanah Ikan sangat pas berkembang biak di air banjir, 4. Tambahan kandungan atau nutrisi ke danau dan sungai sehingga berpengaruh baik pada industri perikanan selanjutnya, 5.Penyeimbang ekosistem sungai (air banjir yang tawar) dan kemudian air banjir yang melimpah dimanfaatkan oleh beberapa jenis ikan untuk mencari tempat hidup yang baru. Setelah terjadinya banjir burung memiliki cadangan makanan yang melimpah. (penulis wartawan tabloid bijak dan padangpos.com)
