BIJAK ONLINE (Padang)-Pengurus WIlayah Serikat Tani Islam Indonesia (STII) Sumatera Barat, tak hanya menyampaikan rasa sedih dan prihatin, tetapi juga berjanji akan ikut memperjuangkan perbaikan irigasi terhadap sekitar 6.000 hekater lahan pertanian masyarakat di Kecamatan Pancung Soal yang dilanda banjir, Senin, 8 Februari 2016 lalu.

"Kita di STII Sumbar, begitu mendapat laporan adanya lahan pertanian di Kecamatan Pancung Soal dilanda banjir, telah mengirim utusan untuk melihat secara langsung," kata Wakil Sekretaris STII Sumbar, Sendu Armi, Skom, ketika berbincang-bincang di markas Tabloid Bijak, minggu lalu. 

Menurut Sendu Armi, dari laporan tim yang turun ke Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan, musibah banjir yang terjadi, akibat tanggul Sungai Batang Penambam jebol, yang membuat 4 nagari di Indrapura terendam banjir. "Banjir diperparah dengan meluapnya Batang Air Indrapura," kata penggemar flem Korea ini. 

Kemudian dampaknya, kata Sendu,  dari sekitar 6.000 hek­tar lahan pertanian dan per­kebunan masyarakat yang diren­dam banjir terdapat, terdapat pula areal petani jagung yang baru ditanam lebih kurang dua bulan dilanda banjir. "Kalau ndak salah ada sekitar 1.250 hektar lahan jagung gagal panen karena dilanda musibah banjir tersebut," kata alumni Fakultas Tehnologi Informasi Unversitas Andalas Padang ini, sembari menambahkan, ada sekitar 77 kepala keluarga yang rumahnya dilanda banjir.

Langkah yang diambil PW STII Sumbar, kata Sendu, menyurati Gubernur Sumatera Barat, Bupati Pesisir Selatan, Kepala Dinas PSDA Sumbar, Kepala BPBD Sumbar. "Tujuan kita di STII Sumbar, agar pemerintah peduli dengan nasib petani yang dilanda musibah banjir tersebut, dengan memperbaiki tangul yang jebol dan memperbaiki irigasi," kata putri anak rang Pauhlimo ini. (PRB)

google+

linkedin