BIJAK ONLINE (LIMAPULUH KOTA)---Meski sering dihadapkan dengan intrik politik, namun duet kepala daerah kabupaten Limapuluh Kota H. Ir. Irfendi Arbi-Ferizal Ridwan. S.Sos, tetap mampu mempersembahkan yang terbaik untuk masyarakat luas.

Buktinya, dua tahun kepemimpinan mereka, bertabur prestasi dan tidak sedikit perubahan yang berhasil disuguhkan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kota periode 2019-2021 itu. 

Sebut saja di bidang anggaran dan transparansi keuangan, Bupati Irfendi sukses merebut predikat bupati pembina terbaik dalam penggunaan dana desa tahun 2017 yang diserahkan Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo di Padang, pekan lalu. 

Selain itu, daerah ini juga sukses meraih dan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan meraih predikat terbaik kedua di Pulau Sumatera dalam hal indeks transparansi pengelolaan keuangan daerah tahun 2016 dari UGM Yokyakarta,serta penghargaan  lainnya.

Tidak bisa dipungkrii, selama kepemimpinan Irfendi dan Ferizal berbagai sektor di daerah ini menunjukan perkembangan menggembirakan, salahsatunya pada sektor pertanian. Dalam kurun waktu dua tahun terakhir produksi padi dan jagung di daerah ini cukup berkontribusi menyangga ketahanan pangan nasional disamping memenuhi kebutuhan lokal.

Hal itu ditandai dengan produksi padi yang mencapai 226.459,31 ton dengan produktivitas 4,7 ton per hektar. Untuk jagung pada tahun 2017  produksinya 25.298,21 ton dengan produktivitas 6,54 ton per hektar. Begitu pula komoditi unggulang lainnya, seperti Jeruk Siam Gunuang Omeh (Jesigo), Kakao, Manggis, dan Gambir,  telah mampu membawa petani ke arah budidaya yang lebih baik.

Plt Kepala Distanhorbun Kabupaten Limapuluh Kota Ir. Eki Haripurnama, M.Si, kepada sejumlah wartawan diruang kerjanya, baru-baru ini, mengatakan, sukses kepemimpinan bupati Irfendi Arbi, salah satunya terlihat dari hasil produksi jeruk tahun 2017 berkisar 12.416 ton, manggis 5.454 ton, kakao 2.393,48 ton, dan gambir 9.181,95 ton.

Begitu juga bidang pendidikan. Menurut Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Limapuluh Kota Indrawati, S.Pd, sejak dua tahun belakangan, seluruh sekolah di Kabupaten Limapuluh Kota telah terakreditasi dan telah memiliki sejumlah sekolah rujukan yang memenuhi standar nasional pendidikan, serta telah melaksanakan kurikulum 2013. 

“Dari segi fisik, sudah banyak sekolah yang direhab ringan hingga berat, serta pembangunan sekolah baru, serta kegiatan non fisik, “ujarnya.

Terkait dengan pendidikan ini, Bupati Irfendi Arbi senantiasa menegaskan tidak boleh ada anak miskin yang tidak sekolah karena alasan miskin. Bila berprestasi, biaya pendidikan anak miskin itu akan dijamin hingga perguruan tinggi, salahsatunya dengan memanfaatkan dana Baznas.

Sama halnya dengan bidang kesehatan. Pemkab Limapuluh Kota selama Irfendi Ferizal juga konsen meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat dengan membenahi bangunan pelayanan kesehatan masyarakat seperti membuat baru dan merehab sejumlah Poskesri, Pustu serta Puskesmas.

Dengan gebrakannya di bidang kesehatan itu, tak heran Kabupaten Limapuluh Kota mampu mendulang berbagai prestasi bidang kesehatan seperti penghargaan Eliminasi Filariasis dari Menteri Kesehatan RI Nila Farid Moeloek tahun 2017, sertameraih penghargaan Swastisaba Kabupaten Sehat tahun 2017 dari Menteri Dalam Negeri, serta penghargaan lainnya.

Begitu pula di bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, pada tahun 2017 Pemkab Limapuluh Kota telah mengalokasikan belanja langsung sekitar Rp164,4 milyar dan dalam tahun 2016 sekira Rp202,8 milyar untuk penyelenggaraan urusan pekerjaan umum dan penataan ruang serta urusan pertanahan di daerah ini

Sama halnya dengan disektor peternakan, perikanan, pelayanan, pemberdayaan masyarakat nagari dan lainnya, selama dua tahun belakangan juga menunjukan perkembangan menggembirakan. Berbagai pihak mengapresiasi kebolehannya dalam mendulang prestasi itu dan berharap bupati terus memberikan yang terbaik ke depannya.

“Menurut saya, Kabupaten Limapuluh Kota selama kepemimpinan Irfendi dan Ferizal cukup berkibar di tingkat nasional. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya prestasi tingkat nasional yang sukses mereka koleksi sejak dua tahun belakangan,” tutur tokoh masyarakat Zulkifli, S.Pd, M.Pd Dt. Mangkuto.            

Lebih menggembirakannya, lanjut Zulkifli, Bupati Irfendi mampu menyatukan tiga Ormas besar Islam masing-masingnya Muhammadiyah, Nahdatul Ulama dan Tarbiyah-Perti di Kabupaten Limapuluh Kota dalam satu kepanitian bersama mengangkat acara pelatihan khatib dan mublik yang didukung Baznas beberapa waktu lalu.

“Saya kira ini satu-satunya di Indonesia. Dengan fasilitasi Bupati Irfendi Arbi, tiga Ormas Islam tergabung dalam satu kepanitian mengangkat acara,” tutur Ketua Tarbiyah-Perti Kabupaten Limapuluh Kota yang juga Wakil Sekretaris LKAAM Sumbar itu.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota Satri Andiko, SH Dt. Putiah juga mengacungi jempol atas berbagai penghargaan yang diraih Pemkab Limapuluh Kota. Namun, untuk lebih meningkatkan kinerja pemerintah daerah ini, ia berharap bupati mengevaluasi team work-nya.

“Kita tentu mengapresiasi apa yang diraih bupati selama ini. Tapi, disamping itu kita juga berharap agar bupati mengevaluasi team work-nya agar tim kerja itu benar-benar mampu memberikan yang terbaik bagi kemajuan daerah ini,” tutur Sastri.

Acungan jempol serupa juga dilontarkan Ketua BAMUS Kenagarian Guguak VIII Koto Fakhri Dt. Sumu dan berbagai tokoh masyarakat dan perantau daerah ini. (ada)

google+

linkedin