BIJAK ONLINE (Padang)--- Ir. H. Emzalmi, M.Si Calon Walikota Padang Periode 2019-2024, berkunjung silahturahmi pemuka masyarakat di Posko Tim Relawan Simpatik Pulau Karam di sambung lansung oleh Ketua Posko Mufti Syafri. SE. Bertempat di Kecamatan Padang Barat dan Kelurahan Berok Nipah di Posko Tim Sukses Pemenangan, Jaalan Bandar Pulau Karam Nomor 6 Kota Padang, Rabu, 7 Maret 2018.
“Selaku tokoh masyarakat Kota Padang sekaligus Calon Walikota Padang Emzalmi, kita selalu berpegang pada pituah lama ‘tungku tigo sajarangan, tali tigo sapilin’. Karena ini merupakan filosofi dalam kepemimpinan masyarakat di Minangkabau,” Ujarnya Emzalmi
Ketua Posko Mufti Syafri. SE mengatakan, masyarakat kota padang harus saling mendukung kenerja pemerintah untuk menuju Kota Padang ke arah yang lebih baik, serta masyarakatnya yang sejahtera. Karena pemerintah dalam membangun harus melibatkan partisipasi masyarakat, agar pembangunan itu sesuai dengan kebutuhan masyarakat itu sendiri.
Rombongan yang terdiri dari bundo kanduang, tokoh masyarakat, pemuda dan pemudi di Posko Tim Relawan Simpatik Pulau Karam ini menyatakan sikap, siap mendukung dan memenangkan pasangan Emzalmi-Desri Ayunda Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang Periode 2019-2024.
“Untuk penyelesaian permasalahan yang terjadi di Kota Padang saat ini, kami bersedia diajak kapan saja, demi kepentingan masyarakat banyak,” tegas Mufti Syafri, SE.
Sementara, Calon Walikota Padang Emzalmi, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua Posko Tim Relawan Simpatik Pulau Karam, bundo kanduang, tokoh masyarakat dan pemuda-pemudi. Beberapa permasalahan yang terjadi di Pulau Karam ini agar dapat diselesaikan.
“Kota Padang saat ini tidak memiliki terminal bus antar Kota, dan ini menjadi salah satu pemicu terpuruknya perekonomian masyarakat, terutama masyarakat yang hidup di sektor perdagangan. Salah satu konsep Emzalmi-Desri Ayunda adalah membangun perekonomian masyarakat dengan cara mengaktifkan kembali pintu masuk agar ekonomi itu bergerak di Kota Padang, salah satunya adalah mengaktifkan kembali terminal bus antar kota,” ujar Emzalmi.
Emzalmi menyorot kondisi terminal bayangan yang tumbuh secara liar di tiga lokasi pintu masuk ke Kota Padang, yaitu di depan kampus UNP Air Tawar, Simpang Tiga Teluk Bayur, dan Simpang Bypass Lubuk Begalung.
“Akses masuk ke Kota Padang yang begitu rumitnya sehingga orang tidak tertarik lagi membelanjakan uangnya di Pasar Raya Padang. Apalagi para pedagang grosir, mereka sangat membutuhkan biaya transportasi yang murah terhadap barang belanjaannya,” tegas Emzalmi.
“Karena semuanya saling berkait, antara pemerintah dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat harus duduk bersama, agar pembangunan ini berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Namun, Emzalmi mengatakan bahwa pemerataan pembangunan terutama pembangunan infrastruktur di 11 Kecamatan di Kota Padang ini jangan diabaikan akibat terlalu fokus membangun Pasar Raya dan Pantai Padang. Karena pembangunan itu memiliki dampak terhadap perekonomian masyarakat.
Emzalmi mohon dukungan dan doa masyarakat semoga Emzalmi-Desri Ayunda terpilih menjadikan walikota dan wakil walikota Padang periode 2019-2024. Agar konsep membangun perekonomian masyarakat Kota Padang bisa terwujud.
Penulis: Dp147
Photografer: Dp147
