TABLOID BIJAK (Padang)--Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno ikut meresmikan bersama Dirjen Haji Kemenang Nizar Ali untuk pemanfaatan gedung revitalisasi asrama  haji Padang yang dibiayai dengan anggaran tahun anggaran 2017, Rabu, 7 Maret 2018.

"Tentu kita lengkapi terus tidak hanya asrama tapi juga prasarana lainya, supaya mereka tamu-tamu Allah yang akan berangkat melalui kita disini, bisa telayani dan prima melakukan ibadah haji nantinya, tentu dengan prasarana yang lengkap," ujar Irwan Prayitno ketika memberikan kata sambutannya.

Kemudian Irwan Prayitno menyebutkan, ada 40 kamar yang baru dan itu bertingkat dua gedungnya. Insya Allah ini memberikan suatu arti besar, walaupun mungkin nilai Rp 11 miliar tidaklah sebesar, tapi ini memberikan arti besar bagi jamaah haji.

Selain itu, Dirjen Haji Kemenag Nizar Ali menyampaikan peresmian gedung ini merupakan salah satu program Kemenag, khususnya dirjen haji melakukan revitalisasi seluruh asrama haji embarkasi di Indonesia, tidak terkecuali di Sumatra Barat.

Selanjutnya, tetapi yang menjadi pembeda adalah manajemennya, kalau manajemenya bagus akan berpengaruh terhadap penilaian publik, namun standarisasi sudah dilakukan dan kami harap setiap asrama haji ada nilai religius, modern, dan local wisdom. "Mungkin bangunan khas daerah masing-masing adalah menjadi pembeda dengan yang lain, namun sisi standar kami mematok standar bintang 4 hotel," ujar Nizar Ali.

Nizar Ali juga menyampaikan apakah ini ngaruh ke ongkos,tidak ada kaitannya ongkos haji dengan pembangunan asrama karena sumber pendanaanya juga berbeda, Kalau bangun asrama haji dari SBSN, sebagai bagian dari proses yang harus dilalui seluruh asrama haji di seluruh Indonesia. 

Selanjutnya, langkah kemenang untuk tingkatkan pelayanan haji, pertama pelayanan dalam negeri, dan kedua luar negeri, dalam negeri termasuk pelayanan di asrama haji, termasuk juga layanan manasik dan pembinaan di asrama dan sampai pemulangan.

"Kemudian di luar negeri ada 3 hal, yaitu layanan akomodasi, konsumsi, dan transportasi untuk antar kota di sana, kalau 3 hal ini sudah diupgrade terus saya rasa layanan semakin meningkat. Contohnya, pelayanan konsumsi misalnya, kalau tahun 2017 jumlah konsumsi yang diberikan kepada jamaah 25 kali, maka tahun 2018 ini kalau disetujui DPR menjadi 40 kali, sehingga jamaah haji tak perlu lagi mencari warung atau rumah makan untuk kebutuhan sehari-hari," ujar Nizar Ali.

Selanjutnya, pembahasan biaya haji masih proses dengan DPR, masih diskusi, salah satu yang belum ketemu komponen biaya penerbangan, masih negosiasi antara kami dengan maskapai yakni Garuda dan Saudi Airlines. 

Harapan turunnya yang diusulkan ada kenaikan sekitar 900 ribu dari tahun lalu karena pertama ada pemberlakuan pajak PPN 5 persen dan tambahan penyedia akomodiasi hotal di Mekah bintang 3 yaitu 2,5 persen, dan bintang 4 ke atas 5 persen. "Persoalan ini masih didiskusi dengan DPR dan diharapkan hasilnya yang terbaik," katanya. 

Insya Allah, kata dirjen,  dalam waktu dekat sudah ada kesepakatan karena harga pesawat naiknya luar biasa, harga avtur naik, asumsi fuel dulu 48 sekarang 68, lalu pemberlakuan PPN Arab Saudi 5 persen, paling tidak kami ingin ongkos sama dengan tahun lalu. (Fardianto)

google+

linkedin