Teks foto : Dua orang petani tengah melihat cekdam irigasi di Lagan Hilir, Kecamatan Linggo Sari Baganti yang sudah tiga tahun jebol.

BIJAK ONLINE (Painan)---Kondisi irigasi di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat hanya 47 persen yang berkondisi baik, dari 20.900 luasan daerah irigasi yang ada.

Kepala Dinas Prasarana dan Sumber Daya Air (PSDA), Doni Gusrizal mengungkapkan kondisi itu akibat minimnya ketersediaan dana untuk peningkatan daerah irigasi.

"Selain itu, kewenangan kita juga terbatas. Kelolaan kabupaten itu hanya untuk irigasi yang 1000 hektare ke bawah saja," ungkapnya pada bijakonline.com di Painan, Selasa, 6 Maret 2018. 

Sepanjang 2018, dana peningkatan daerah irigasi sebesar Rp16 miliar. Alokasi itu terdiri dari Rp 9 miliar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kemudian ditambah dengan Rp7 miliar dari dari Alokasi Dana Khusus (DAK). Angka itu lebih rendah dari realisasi sebelumnya. 

Penurunan itu, menurutnya, terjadi di semua Organisasi Pemerintah Daerah akibat adanya pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAU) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). "Penurunanya mencapai 50 persen," sebutnya.

Kendati demikian tahun ini Pessel juga mendapatkan alokasi dana hingga Rp36 miliar untuk irigas. Dana itu merupakan pinjaman Indonesia pada Jepang untuk peningkatan dan pengelolaan daerah irigasi.

Sementara itu, Ketua DPRD, Dedi Rahmanto Putera, menegaskan instansi terkait untuk pro-aktif mencarikan solusi minimnya kondisi irigasi yang berkondisi baik.

Jangan sampai kondisi irigasi yang minim mengganggu target swasembada pangan pada 2019 yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo dalam nawacitanya.

Apalagi, target produksi padi di Pessel sepanjang 2018 ini mencapai 317 ribu ton. "Lebih dari itu, daerah ini menjadi salah satu kabupaten daerah sentra produksi guna menunjang target swasembada," tegasnya.

Selain itu, politisi Partai Golkar itu juga meminta agar walunagari untuk segera melaporkan kondisi irigasi yang rusak di kenagarian masing-masing. (tes)

google+

linkedin