BIJAK ONLINE (Padang)-Nasib pedagang kakilima di seputar Pasar Raya Padang, ibarat lagu minang yang syairnya bilo hujan tibo hati taibo. Soalnya, tukang palak alias urang bagak balai, tetap meminta uang jatahnya,  dan tidak mau tahu dengan nasib  pedagang yang  lagi tauncang, akibat sepinya pembeli yang berbelanja, akibat hari sejak tiga hari yang lalu hujan dari pagi hingga sore.
 
“Barang banyak samantaro  urang indak babalanjo dan kemudian harga cabe merah mahal,” kata Ferinaldi, salah seorang PKL yang menjual sayur mayur di Jalan Pasar Baru kawasan Pasar Raya Padang, Minggu 2 November 2014.
 
Menurut Feri, yang namanya tukang palak tidak mau tahu dengan nasib pedagang. Yang ironisnya, tukang palak masih tetap meminta uang sebanyak seperti hari-hari biasa yang sampai Rp 30 ribu. “Ka sia kami kamangadu lai,” tuturnya.
 
Kemudian kata Feri, semua pedagang sayur di kawasan Pasar Raya itu, berjualan dibawah tekanan urang bagak balai. “Ambo, kok ado karajo lain atau keahlian lain, indak amuah ambo jadi PKL di Pasar Raya ko lai,” ujarnya sembari menarik nafas dan memandang kiri dan kanan, melihat urang bagak kalau mendengar pembicaraannya.
 
Rasanya, kata Feri lagi, Kepala Dinas Pasar Kota Padang, seakan tak peduli dengan nasib mereka dengan membiarkan tukang palak leluasa memeras para PKL. “Kalau indak tahu pak kadis tu, indak lo mungkin, karena persoalan tulang palak ko lah dari zaman katumba maah,” ujarnya, sembari menambahkan, meskipun ada orang-orang yang mengerti hukum di Pasar Raya, namun orang yang mengerti hukum itu pun cuek dan tak peduli.

Yang membuat hati PKL kian terhiba, lanjut Feri, saat Walikota Padang meninjau Pasar Raya selalu ditempel ketat oleh ceconguk di pasar, termasuk oknum dinas pasar, sehingga PKL tak punya kesempatan berkeluh kesah dngan walikota. "Kalau ambo menyarankan atau mengusulkan, agar pak wali kalau ingin masuk pasar untuk mendengar keluhan pedagang, datang tanpa protokoler dan datang sendirian dan bertanya langsung dengan pedagang, pasti pak wali akan dapat informasi yang sebenarnya," tambah Feri. (Y a)

google+

linkedin