BIJAK ONLINE (Painan)-Kapolres Kabupaten Pesisir Selatan, AKBP, Toto Fajar Prasetya berjanji akan menindak oknum anggotannya yang disinyalir ikut membeking pencurian atau penampungan Crude Palm Oil (CPO), dari mobil tangki di rumah salah seorang warga masyarakat di Kampung Teluk Betung Kenagarian IV Koto Ilir, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan.
“Kalau ada anggota saya yang ikut membeking pencurian CPO dari mobil tangki tersebut, akan saya tindak,” kata Kapolres Pessel, AKBP Toto Fajar Prasetya, ketika dibungi Tabloid Bijak, Rabu, 5 November 2014.
Menurut kapolres, dirinya belum mendapat informasi seputar adanya dugaan adanya anggotanya yang ikut membeking penceruian CPO di Kampung Teluk Betung Kenagarian IV Koto Ilir tersebut. “Jika memang ada dan terbukti anggota saya ikut membeking, akan saya tindak tegas,” katanya.
Secara terpisah, Budi Syukur salah seorang pemilik mobil tangki menegaskan, jika ada diantara sopir mobil tangkinya yang berprilaku mencuri CPO akan diberikannya peringatan duakali. “Jika masih saja sopir mobil saya itu berprilaku negatif, akan saya pecat,” kata pengusaha angkutan yang juga Ketua Organda Sumatera Barat ini.
Persoalan pencurian CPO di Kampung Teluk Betung ini mencuat kepermukaan setelah adanya informasi dari masyarakat di sekitar lokasi, yang menilai para sopir tangki basibanak jo basipakak, serta tak menghiraukan masyarakat disekitarnya.
“Sebenarnya persoalan pencurian CPO ini sudah lama menjadi pembicaraan masyarakat dan tapi kami tidak tahu harus berbuat apa,” kata Tomi (30) salah seorang masyarakat Kampung Teluk Betung, kepada Tabloid Bijak, Rabu 5 November 2014.
Nada yang sama juga disampaikan Itap. Menurutnya, beberapa masyarakat di Kampung Teluk Betung ini tak mau kampuangnya jadi tempat penampungan CPO ilegal. “Kami tidak mau, kampung kami buruak di sebabkan adanya mafia CPO dan kami juga sering melihat mafia CPO yang akrab dipanggil mami tersebut memberikan uang pelicin kepada oknum-oknum aparat keamanan,” katanya. (Chan)
