![]() |
| Ilustrasi |
Yang ironisnya, alasan Pengcab Pelti Padang tak mengirim atletnya, karena tak ada atlet binaan yang siap untuk dikirim dan berlaga di ajang olahraga terakbar di Sumatera Barat tersebut.
Kemudian yang hebatnya lagi, Ketua Pengcab Pelti Padang juga beralasan, absennya di Porprov Sumbar, karena tak mampu membeli dan membayar atlet, karena harga yang harus dibayar ditetapkan atlet, pelatih dan orangtua atlet tenis itu sendiri.
Yang menariknya lagi, meskipun Pengcab Pelti Padang telah melakukan upaya secara insten dan persuasif dengan pelatih dan orang tua atlet, tapi upayanya tak membuahkan hasil, karena atlet tenis lebih mau membela daerah lain dari pada Kota Padang, yang katanya tak mau tahu dan peduli dengan atlet tenis.
Menurut sumber yang layak dipercaya, sikap Pencab Pelti Padang tak mengirim atlet ke Porpro Sumbar tersebut, telah diberitahukannya ke KONI Padang melalui surat resmi, yang ditandatangani Nasir Ahmad, 1 September 2014. Sementara Nasir Ahmad yang katanya Ketua Kontingen Kota Padang, belum berhasil dikonfirmasikan. (Yal Aziz)
