BIJAK ONLINE (SOLOK)-Komisi A DPRD Kabupaten Solok, memanggil Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Kabupaten Solok, untuk meminta masukan dan terkait beberapa persoalan yang terjadi di dinas pendidikan, Kamis 29 Oktober 2014.
Dalam hearing antara Komisi A DPRD Kabupaten Solok yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi A, Firmansyah dan dihadiri anggota Komisi A, Zamroni, SH, Arlon St Sati, M. Hidayat, BS.c, Agus Syahdeman, SE dan anggota lainnya, Dinas Pendidikan dicerca dengan berbagai pertanyaan, termasuk masalah isu kesurupan yang merajalela di beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Solok dan sudah berlangsung lebih dari dua bulan, khususnya yang melanda di SMP Negeri 6 Gunung Talang.
Selain itu, Komisi A melalui Ketua Komisinya, juga mempertanyakan rencana penggabungan antara SD Negeri 06 dan SD Negeri 19 Gunung Talang yang berada di nagari Koto Gadang Guguk. “Bagaimana bapak menanggapi tentang isu kesurupan di dunia pendidikan Kabupaten Solok dan bagaimana pula perkembangan rencana penyatuan antara SD 06 dan SD Negeri 19 Gunung Talang yang ada di nagari Guguk,” tutur Firmansyah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok, Drs. H. Yuswardi, menjelaskan bahwa masalah kesurupan yang terjadi di beberapa sekolah dan termasuk di SMP Negeri 6 Gunung Talang, pihaknya sudah berusaha untuk mencari solusinya dan memerintahkan Kepsek dan Kabid SMP untuk mengatasi masalah tersebut sesegera mungkin.
“Tetapi masalah kesurupan kan masalah ghoib dan diluar panca indera kita. Tapi kita telah berusaha semaksimal mungkin. Hanya saja meski saya tidak turun, kan sama saja Kabid atau Kepsek terus berkoordinasi dengan kita,” jelas Yuswardi.
Sementara masalah rencana penggabungan antara SD 06 dan 19, memang sedang dalam proses. “Ini memang sudah lama dan dulu terkendala oleh surat dari KAN dan BMN nagari setempat. Tetapi sekarang sudah mereka lengkapi dan itu sudah disampaikan ke Bapak Bupati untuk selanjutnya disetujui DPRD melalui Sidang Paripurna,” ungkap Yuswardi.
Sementara Aji Zamroni, menyoroti masalah guru yang mengajar di daerah terpencil seperti di Tigo Lurah yang dalam satu Minggu hanya masuk paling banyak dua kali. Sedangkan Agus Syahdeman, mempertanyakan agar tugas guru cukup mengajar saja dan jangan sampai pindah kebagian struktural seperti pemerintahan
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas juga mengeluhkan Kendaraan operasional Kepala Dinas yang sudah tua dan berusia lebih dari 11 tahun sehingga sangat boros dengan pemakaian BBM. Selain itu, Kadis juga meminta kendaraan operasional untuk siswa yang akan mengikuti berbagai perlombaan, seperti di daerah lain. “Kendaraan Dinas yang saya pakai sudah tua, sehingga sangat boros, kalau bisa dewan membantu menfasilitasi kendaraan untuk Dinas operasional saya,” tutur Yuswardi (wandy)
Dalam hearing antara Komisi A DPRD Kabupaten Solok yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi A, Firmansyah dan dihadiri anggota Komisi A, Zamroni, SH, Arlon St Sati, M. Hidayat, BS.c, Agus Syahdeman, SE dan anggota lainnya, Dinas Pendidikan dicerca dengan berbagai pertanyaan, termasuk masalah isu kesurupan yang merajalela di beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Solok dan sudah berlangsung lebih dari dua bulan, khususnya yang melanda di SMP Negeri 6 Gunung Talang.
Selain itu, Komisi A melalui Ketua Komisinya, juga mempertanyakan rencana penggabungan antara SD Negeri 06 dan SD Negeri 19 Gunung Talang yang berada di nagari Koto Gadang Guguk. “Bagaimana bapak menanggapi tentang isu kesurupan di dunia pendidikan Kabupaten Solok dan bagaimana pula perkembangan rencana penyatuan antara SD 06 dan SD Negeri 19 Gunung Talang yang ada di nagari Guguk,” tutur Firmansyah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok, Drs. H. Yuswardi, menjelaskan bahwa masalah kesurupan yang terjadi di beberapa sekolah dan termasuk di SMP Negeri 6 Gunung Talang, pihaknya sudah berusaha untuk mencari solusinya dan memerintahkan Kepsek dan Kabid SMP untuk mengatasi masalah tersebut sesegera mungkin.
“Tetapi masalah kesurupan kan masalah ghoib dan diluar panca indera kita. Tapi kita telah berusaha semaksimal mungkin. Hanya saja meski saya tidak turun, kan sama saja Kabid atau Kepsek terus berkoordinasi dengan kita,” jelas Yuswardi.
Sementara masalah rencana penggabungan antara SD 06 dan 19, memang sedang dalam proses. “Ini memang sudah lama dan dulu terkendala oleh surat dari KAN dan BMN nagari setempat. Tetapi sekarang sudah mereka lengkapi dan itu sudah disampaikan ke Bapak Bupati untuk selanjutnya disetujui DPRD melalui Sidang Paripurna,” ungkap Yuswardi.
Sementara Aji Zamroni, menyoroti masalah guru yang mengajar di daerah terpencil seperti di Tigo Lurah yang dalam satu Minggu hanya masuk paling banyak dua kali. Sedangkan Agus Syahdeman, mempertanyakan agar tugas guru cukup mengajar saja dan jangan sampai pindah kebagian struktural seperti pemerintahan
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas juga mengeluhkan Kendaraan operasional Kepala Dinas yang sudah tua dan berusia lebih dari 11 tahun sehingga sangat boros dengan pemakaian BBM. Selain itu, Kadis juga meminta kendaraan operasional untuk siswa yang akan mengikuti berbagai perlombaan, seperti di daerah lain. “Kendaraan Dinas yang saya pakai sudah tua, sehingga sangat boros, kalau bisa dewan membantu menfasilitasi kendaraan untuk Dinas operasional saya,” tutur Yuswardi (wandy)
