BIJAK ONLINE (Solok)- Sungai Batang Lembang yang melintas di tiga nagari di Kabupaten dan kota Solok, Jum'at (31/10), mengamuk. Akibatnya, beberapa jorong di nagari Salayo dan Koto Baru, kecamatan Kubung, terendam banjir.
 
Aktivitas dan mobilitas masyarakat di kecamatan Kubung dan kota Solok tampak lumpuh total.  Luapan Batang Lembang  yang merupakan siklus 10 tahunan itu merendam ratusan  rumah, puluhan sekolah dan tempat ibadah.
 
Banjir Batang Lembang juga melanyau ratusan hektar areal persawahan dan perladangan, serta hewan ternak masyarakat. Sedikitnya 105 KK, 395 jiwa, beberapa sekolah seperti PAUD, SD 10 Simpang, Kubung, SD 28 Lubuk Agung, SD 20 Galanggang Tangah, SD 09 Rawang Sari, SD Negeri 05 Kapalo Koto, SMK ABW,  termasuk SMP Negeri  1 Kubung dan juga SMA Negeri 1 Kubung. Sementara jorong yang paling parah dilanda banjir adalah jorong Kapalo Koto , Galanggang Tangah, Rawang Sari, Tampunik di nagari Salayo. Sementara di nagari Koto Baru yang paling parah adalah jorong  Simpang, Kayu Samuik, Pabatungan dan  Lubuk Agung.
 
Berdasarkan pantauan, sepanjang Jum’at, akibat  hujan deras yang mengguyur Kabupaten Solok sejak Kamis sore dan berlanjut hingga  Jum'at pagi (31/10), membuat Batang Lembang meluapkan airnya kedaratan.
 
Meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa, banhjir besar ini sempat merendam beberapa  kawasan di bawah Jao, Labong, Kalampayan, lapangan Saribulan dan Rawang Sari yang berada di jorong Galanggang Tangah ini. Para penduduk yang tinggal di bantaran sungai ini bahkan terjebak oleh air yang membesar dari pukul 9.00 sampai pukul 04.00 WIB.
 
Guna mengantisipasi  bahaya yang lebih parah, pemerintah wali nagari Salayo dan Koto Baru dibawah bimbingan Camat Feri Hendria serta Pemkab Solok harus melakukan evakuasi ketempat yang lebih aman, termasuk mengevakuasi anak sekolah. Wabub Solok, Desra Ediwan dan Kepala Dinas PU, Ir Fhatol Bari, Kepala BPBD, Abdul Manam serta Kadis Pertambangan Indra Medi, tampak langsung turun ke lapangan dan memberi semangat kepada warga agar menerima musibah dengan sabar. Luapan banjir juga sampai merendam  kawasan KTK dan Jembatan Batiak Kota Solok juga menjadi ancaman banjir.
 
Hal serupa juga mengancam  kawasan jorong Balai Pinang nagari Muaro Paneh dan Nagari Dilam, kecamatan Bukit Sundi.  “Di sini air merendam rumah warga sampai diatas dua meter dan aktivitas kami terganggu,” tutur Pardi (40), warga Muara Panas. Musibah banjir yang terjadi  di Balai Pinang, Muaro Paneh ini, sama parahnya dengan kondisi di Koto Baru dan Salayo. Selain merendam ratusan rumah penduduk, lahan pertanian dan peternakan ikut terbenam.  semua aktivitas nyaris berhenti sepanjang hari kemarin.
 
Puncaknya banjir di Kabupaten Solok terjadi sekitar  jam 07.00 WIB pagi, air mulai masuk ke rumah warga yang berdiam dekat  bantaran sungai mulai bersiap-siap karena khawatir luapan air semakin tinggi.  Puncaknya pada jam 10.00 WIB, banjir telah menggenangi jalan menuju SMA Kubung dan SMP Selayo setinggi dada orang dewasa.
Dipaparkan, luapan air bataang Lembang telah menyapu setiap rumah warga di Jorong Galanggang Tangah. Beruntungnya, masyarakat dapat segera menyelamatkan benda-benda berharga yang terdapat di dalam rumah.
 
Sementara itu,  Eni (43), warga Bawah Jao, menyebutkan banjir merendam rumahnya lebih dari satu meter. Padahal  letak rumahnya berada di pinggir jalan raya Solok-Padang yang tidak pernah terjamah air. Namun lokasi rumah yang dekat dengan jalan,  memudahkan ibu tiga orang anak ini, untuk menyelematkan barang-barang yang berada di dalam rumah. "Banjir seperti ini mungkin yang paling besar dan parah yang pernah terjadi sejak tahun 2003,” tutur Eni.
 
Wakil Bupati Solok Desra Ediwan menyebutkan curah hujan sangat lebat pada Kamis malam. Dia Arosuka, kata dia,  sekitar puku  02.00 dinihari, rasanya langit  benar-benar seperti runtuh karena hujan lebat," ucap Desra. Kandidat Bupati Solok ini sejak subuh mengaku dusah  melakukan kontrole di kawasan Salayo, Koto Baru hingga Muaro Paneh. Desra yang seharusnya membuka. Jambore Pramuka SD di kecamatan Junjung Sirih, mengurungkan jadwalnya dan fokus pada penanganan musibah banjir. Pihaknya bahkan segera menginstruksikan puluhan  petugas BPBD dan Satpol PP dan dinas Perhubungan untuk melakukan pertolongan. " Batang Lembang  seperti tersekat dan tidak kuasa menerima aliran air yang datang dari kawasan kaki gunung Talang di Kayu Aro," ujar Desra.
 
Desra Ediwan menyebutkan pihak pemerintah masih terus mendata jumlah rumah yang terendam banjir, termasuk jumlah kerugian. "Kita belum bisa memastikan jumlah rumah yang terendam, termasuk berapa kerugian," tambah Desra sembari memastikan kondisi Batang Lembang sudah mulai menyusut, namun warga diharapkan tetap  kewaspadaan.
 
Selain petugas BPBD, petugas kepolisian, camat Kubung dan masyarakat Salayo, sebanyak 12 orang anggota PMI Kabupaten Solok ikut memberikan pertolongan. Dengan memakai perahu karet, petugas bersama pemuda Salayo ikut melakukan evakuasi terhadap warga yang tinggal di pinggir Batang Lembang di sekitar lapangan Sari Bulan, Labong dan Kalampayan.
 
Di kawasan yang berada di jorong Galanggang Tangah ini,  ketinggian air diperkirakan mencapai setinggi dada orang dewasa. Kondisi ini mengakibatkan  5 unit sekolah, seperti SMA 1 Kubung, SMP Salayo, SMK ABW dan dua SD yang terendam, terpaksa diliburkan. " Sekolah terpaksa libur, karena terendam air," ujar Kepala SMA Kubung melalui Wakil Bidang Humas Afrina Yenti.
 
Guru bidang studi Kimia itu bahkan ikut terjebak banjir dan terpaksa melawan arus untuk keluar dari komplek sekolah. " Anak-anak sudah pulang, kita terpaksa melawan arus untuk keluar dari jebakan banjir," tutur Afrina (wandy)

google+

linkedin