BIJAK ONLINE (Padang)-Wakil Gubernur Sumatera Barat, Muslim Kasim menyebutkan, selama ini  peristiwa terjadinya penyerangan pasukan penjajah Belanda, 15 Januari 1949 di Situjuah Batur  hanya dipahami sebagai sejarah lokal Sumatera Barat, padahal peristiwa tersebut merupakan rangkaian sejarah  yang sangat penting untuk berdirinya Negara Republik Indonesia.
 
"Peristiwa Situjuah merupakan mata rantai dari Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Sumatera Tengah dan juga merupakan peristiwa yang amat pahit, dimana telah terjadi penyerangan oleh pasukan penjajah Belanda disaat rapat para Pejuang Kemerdekaan Indonesia," kata Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim, ketika menghadiri acara peringatan  Peristiwa Situjuah Batur yang ke-66 di Lapangan Khatib Sulaiman Situjuh, Kabupaten Lima Puluh Kota.
 
Menurut Wakil Gubernur Sumatera Barat, perisitwa situjuah ini sangat berharga dan merupakan milik Sumatera Barat. "Seharusnya kita bangga menjadi rakyat dari para pejuang pemerintahan Indonesia, karena peristiwa ini memiliki makna yang sangat penting serta dapat menjadi inspirasi dan spirit bagi kesadaran kolektif oleh anak bangsa atas nilai-nilai kejuangan, nilai heroic dan patriotism dalam meningkatkan ketahanan dalam hidup berbangsa dan bernegara, " katanya.
 
Upacara peringatan juga dihadiri Bupati Lima Puluh Kota, Ketua DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota dan Muspida serta Forkopimda Kabupaten Lima Puluh Kota, dan juga dihadiri oleh para veteran sang pejuang peristiwa situjuah.
 
Kemudian acara yang dimulai pada pukul 09.30 WIB, berlangsung sangat khidmat dan tenang.  Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan Ziarah ke Makam Pahlawan Peristiwa Situjuah.
 
Wakil Gubernur Sumatera Barat menaburkan bunga ke makam pahlawan tersebut sebagai simbol penghargaan bagi para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan saat ini.
Selanjutnya juga dilaksanakan kegiatan tabur benih ikan di Tabek Gadang Nagari Ladang Laweh.  Pada kegiatan tabur benih ikan tersebut , Wakil Gubernur dan Bupati Lima Puluh Kota  menabur sebanyak 1000 benih ikan nila nirwana. (Humas Sumbar)

google+

linkedin