Bupati Solok yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, M. Saleh, menghadiri acara Sosialisasi Aplikasi dana BOS bagi para bendaharawan dan para Kepala Sekolah SD dan SMP se Kabupaten Solok, bertempat di ruang Pelangi, kantor Bupati Solok, Senin (2/3).
Selain Sekretaris Daerah, acara juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Kabupaten Solok, Drs. H. Yuswardi, Kabid SMP, Masri, Spd, Manager BOS Kabupaten Solok, Zulfadli Spd, MM, para Kepala UPTD Se-Kabupaten Solok serta para Kepala Sekolah SD dan SMP sekabupaten Solok. Sedangkan bertindak sebagai nara sumber pada sosialisasi tersebut adalah Wahudi, ST, yang merupakan Staf Direktorat Pembinaan SMP Tim BOS Dikdas, Dirjen Dikdasmen Kemdikbud RI.
Panitia pelaksana, Zulfadli, dalam laporannya menyebutkan bahwa sosialisasi aplikasi dana BOS bertujuan untuk pemahaman mekanisme dalam pendistribusian dana BOS, agar tidak ada lagi Kepala Sekolah yang tidak mengerti dan tidak ada tumpang tindih dalam penggunaan dana tersebut untuk kepentingan lain. Dijelaskannya, bahwa para Bendaharawan harus memiliki kemampuan yang memadai dalam penggunaan komputer dan kepribadian yang baik. Sementara jumlah dana BOS tahun 2015 adalah Rp. 800.000 persiswa Sekolah Dasar (SD) dan Rp. 1.000.000 untuk persiswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) per tahunnya. Sementara untuk sekolah yang minim siswa seperti di daerah terpencil, akan disesuaikan pemberian dana dengan 60 Siswa pertahun. Peserta Sosialisasi BOS ini berasal dari 342 SD dan 60 SMP yang ada di Kabupaten Solok.
Bupati Solok yang diwakili Sekretaris Daerah, M. Saleh, dalam arahannya menyebutkan bahwa Peran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sejak tahun 2005 telah memberikan dampak yang siknifikan terhadap percepatan pencapaian program wajib belajar 9 tahun. “Awalnya program ini berorientasi pada perluasan pendidikan, sekarang di alihkan pada peningkatan kualitas pendidikan. Hal ini disebabkan oleh pencapaian wajib belajar 9 tahun yang telah mencapai target dengan prersentase 115% Sekolah Dasar pada tahun 2005, Sekolah Menengah Pertama 98.11% pada tahun 2009. Kami berharap, agar sosialisasi BOS yang diselenggarakan hari ini, dapat memberikan pemahaman yang benar bagi seluruh Kepala Sekolah dan tidak ada lagi alasan tidak mengerti tentang tata cara pendistribusian BOS,” tutur M. Saleh.
Dijelaskan M. Saleh, transparansi penyaluran BOS sangat dibutuhkan oleh masyarakat, untuk itu M. Saleh minta kepada seluruh Kepala sekolah, agar dapat memberikan informasi yang mudah diterima oleh masyarakat (wandy)