BIJAK ONLINE (Kota Pariaman)—Kota Pariaman, tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-37 Tingkat Propinsi Sumatera Barat,  akan diselenggarakan di tahun 2017 mendatang. Wali Kota Pariaman,  akan mengonsep kegiatan ini bernuansa wisata dan  Islami. 

Hal itu  disampaikan, Mukhlis Rahman,  pada rapat persiapan pembentukan Tim Kepanitiaan MTQ ke-37 Tingkat Propinsi Sumatera Barat di Ruang Rapat Walikota Pariaman, Selasa (21/6/2016).

Menurut, Mukhlis Rahman, pelaksanaan MTQ tingkat Propinsi Sumatera Barat sudah lama tidak dilaksanakan di Pariaman lebih kurang 31 tahun, sejak tahun 1984.  Pemerintah Kota Pariaman akan menggunakan kesempatan ini dengan persiapan yang matang dan konsep yang berbeda dengan daerah lain.

Dikatakan, dengan ditunjuk  Kota Pariaman sebagai tuan rumah penyelenggaraan MTQ ke-37, ini peluang bagus dalam pengembangan daerah dan pengembangan agama,  tempat penyelenggaraannya di pusatkan  di kawasan wisata, pantai Kata Pariaman, dengan luas areal 9 ha dan mimbar utama berada di sekitar laguna yang kita sulap jadi pulau buatan dengan luas sekitar 2 ha. 
Di pulau buatan itu mimbar utama ditempatkan beserta tempat dewan hakim menilai, karena areanya berada di depan Hotel Safari Inn. Sekaligus Dewan Hakim diinapkan di hotel Safari tersebut. 

Mimbar utama yang berada ditengah pulau buatan tersebut menurut Walikota Pariaman, Cukup besar dan dibuat permanen, setalah berakhirnya MTQ, mimbar ini akan dijadikan salah satu destinasi wisata dalam bentuk museum, di dalamnya akan ada gambar dan keterangan tentang semua tokoh-tokoh  agama pengembang Islam di Kota Pariaman, seperti Syekh Burhanudin, Katik Sangko dan lain sebagainya.

Sehubungan dengan pendanaan penyelenggaraan, Kepala Kanwil Kementerian Agama Propinsi Sumatera Barat yang diwakili oleh Kabid. Penyuluhan agama islam, zakat dan wakaf (Penaiszawa), Maswar, pendanaan berasal dari APBD Propinsi dan APBD Kota dan sumbangan masyarakat.

“Sumber dana MTQ ke-37 tingkat Propinsi Sumatera Barat berasal dari APBD Propinsi dan Kota, kalau Kantor wilayah Kementerian Agama Propinsi hanya menganggarkan dana untuk MTQ tingkat Nasional,” tutur Kabid Penaiszawa ini.

Untuk teknis penyelenggaraan lomba khususnya di Kota Pariaman pada tahun 2017 mendatang menurut Kasi MTQ, Kanwil Kemenag Propinsi Sumatera Barat, Yusran, agar tidak ada kecurigaan dari pada peserta/kafilah terhadap penilaian hakim, sistem penilaian yang dilakukan nanti memakai sistem e-MTQ.

“Khusus untuk di Kota Pariaman, kita akan menggunakan sistem e-MTQ,” ucapnya.

Sistem E-MTQ mempermudah peserta untuk melakukan pendaftaran dan melihat hasil penilaian lomba setiap cabang yang ditampilkan.Kafilah dapat mendaftar langsung melalui sistem elektronik tanpa harus datang ke kantor panitia. Dalam penilaian juga pakai sistem elektronik. Setelah peserta selesai lomba dan masing-masing hakim memberikan penilaian langsung dapat diketahui nilai yang bersangkutan dilayar tanpa harus menunggu lama.

MTQ ke-17 akan melombakan 13 cabang, diperkirakan jumlah kafilah yang hadir dari 19 Kab/Kota sebanyak 1406 orang. (amir)

google+

linkedin