BIJAK ONLINE (SOLOK)-Untuk mensukseskan swasembada pangan tahun 2017 yang dicanangkan oleh presiden Joko Widodo, berbagai elemen pemerintahan, swasta, mahasiswa dan bahkan TNI ikut dilibatkan.

Salah satu program TNI di Kabupaten Solok untuk ikut mensukseskan swasembada pangan adalah dengan cara melakukan penanaman padi hanya dengan menggunakan pupuk organik atau tanpa memakai pupuk buatan pabrik. Di Kabupaten Solok, kelompok tani yang sudah lama menjalankan program pupuk organik adalah Kelompok Tani Kandih Maju Bersama, yang berada di nagari Koto Gaek Guguk, di mana keltan ini langsung dibawah binaan Komandan Resort Militer (Danrem) 032/ Wirabraja, Brigadir Jendral TNI Widagdo Hendro Sukoco.

Hari Selasa sore, Danrem 032/Wirabraja, melakukan blusukan ke nagari Koto Gaek Guguk, untuk langsung mesosialisasikan manfaat dari pemakaian upuk organik ke pada kelompok tani tersebut. “TNI di bawah perintah langsung dari Kepala Staf Angkatan Darat, harus ikut dalam mensukseskan program swasembada beras tahun 2017 yang sudah dicanangkan oleh pemerintah,” ujar Brigadir Jendral TNI Widagdo Hendro Sukoco, kepada para wartawan di Koto Gaek, Selasa (13/1). 

Ditambahkan Danrem, dengan menggunakan pupuk organik secara benar, hasil panen bisa meningkat dua kali lipat dari hasil panen biasa. Hal tersebut menurutnya, sudah dibuktikan di pulau Jawa dan di Bungus kota Padang. “Kalau biasanya hasil panen hanya sekitar 5 ton dalam satu hektare, dengan menggunakan pupuk organik bisa mencapai 10 sampai 12 ton. Hasil beras dari pupuk organik, juga jauh lebih mahal dari padi yang merupakan hasil pupuk pabrik,” tambah  Brigadir Jendral TNI Widagdo Hendro Sukoco.

Sementara Wakil Bupati Solok, Desra Ediwan Anantanur, dalam sambutannya mendukung penuh langkah TNI yakni Danrem 032/Wirabraja dan Kodim 0309 Solok, yang sudah ikut mensukseskan rogram ertanian di Kabupaten Solok. “Kalau para petani sudah mulai beralih menggunakan pupuk organik darik pupuk konvensional, maka petani akan makmur dan kalau petani makmur yang enak petani juga,” tutur Desra Ediwan. 

Sementara Ketua Kelompok Tani Kandih Maju Bersama, Janawir ‘Awin,menyebutkan bahwa dari 152 hektare areal persawahan yang tergabung dalam Jaringan Komunitas Masyarakat Peduli Perikanan, Pertanian dan Peternakan (JKMP4), merasa tersanjung dan bangga mendapat kunjungan dari petinggi ABRI di Sumbar dan Solok, termasuk dari Kapolres Solok, Wakil Bupati Solok, Dinas Pertanian, Perikanan dan juga Perkebunan serta para wartawan di daerah ini. “Ini merupakan suatu kehormatan besar bagi kami, apalagi sampai Bapak Danrem bisa memfasilitasi kunjungan bapak Menteri Pertanian ke kelomok tani kami,” tutur Janawir, yang diamini Ketua Gapotan setempat, M. Gafar.


Hadir pada acara tersebut antara lain Kaolres Kabupaten Solok, AKBP Tommy Bambang Irawan, Dandim 0309 Solok, Letkol Sigit, Ketua DPRD Kabupaten Solok, Hardinalis Kobal, Danramil 09 Gunung Talang, Kapt. Inf. Agus Sari, Kadis Pertanian Kabupaten Solok, Ir.Iryani, Kadis Peternakan, Ir. Fachri dan pejabat lainnya (wandy)

google+

linkedin