BIJAK ONLINE (SOLOK)-Sejak dipimpin H. Sakar Soeib, SPd, MPd, sekitar sekitar tiga Minggu lalu, peristiwa kesurupan di SMP Negeri 6 Gunung Talang, berangsur-angsur hilang dan saat ini hampir tidak ada ada lagi terdengar. Sekolah Umum Berbasis Pesantren itu, kini mulai tenang, seperti yang selama ini diidamkan masyarakat dan pelaku pendidikan.
Sakar Soeib berharap agar keharmonisan yang selama ini sudah terjalin bersama Kepala Sekolah lama, Metrizal, tetap dipertahankan dan ditingkatkan untuk masa mendatang. Selain itu, menurut akar Soeib, tidak ada persoalan yang tidak bisa diselasaikan, kalau dengan niat sungguhh-sungguh. “Mari kita ciptakan rasa kebersamaan dan rasa tanggungjawab yang tinggi untuk memajukan sekola yang kita cintai ini, demi terwujudnya pendidikan yang bermatabat bagi anak-anak generasi penerus bangsa,” tutur Sakar Soeib, Senin (12/1).
Menurut Sakar Soeib, banyak PR yang masih tersisa yang akan dikerjakan sewaktu dulu menjabat sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri 6 gunung Talang. Diantaranya adalah ingin menjadikan sekolah tersebut sebagai sekolah unggulan dengan pendidikan berkarakter dan memahami dasar agama Islam. “Karena di SMP 6 para siswanya adalah anak dan keponakan, jadi kita bisa mendidik mereka dengan sistim kekeluargaan, kebersamaan dan keharmonisan, tetapi tidak keluar dari koridor dan tujuan dari pendidikan itu sendiri,” tutur H. Sakar Soeib.
Hal yang sama juga disampaikan para orang tua siswa dan juga masyarakat setempat, agar rasa aman dan tenang kembali tercipta di SMP 6 Gunung Talang, di bawah kepemimpinan H. Sakar Soeib. “Kami sangat berharap agar dibawah kepemimpinan Pak Haji Sakar Soeib, peristiwa kesurupan bisa diatasi, karena sudah tiga bulan sekolah ini dilanda kesurupan dan itu hampir terjadi setiap hari,” tutur Ujang Maniah (43) , salah seorang orang tua siswa, kepada Koran Padang.
Beberapa tahun lalu, SMP Negeri 6 Gunung Talang pernah dipimpin oleh H. Sakar Soeib, yakni tahun 2011 silam. H, Sakar Soeib sempat dilengserkan dari sekolah tersebut, karena dinilai bermuatan politis dan digantikan Metrizal. Meski pada waktu itu, ratusan siswa sempat mendemo dan mengembok SMP Negeri 6 karena tidak rela H. Sakar Soeib di pindahkan dari SMP 6, menjadi guru biasa di SMP Negeri 1 X Koto Diatas, namun keputusan itu tidak bisa ditolak sekolah.
H. Sakar Soeib, sebelumnya pernah mengajar di SMP Negeri 1 X Koto Diatas dan SMP 2 Gunung Talang, juga merupakan Pimpinan Orkes Gambus Multazam, dikenal sebagai ulama kondang di Kabupaten Solok dan juga merupakan putra asli dari nagari Jawi-Jawi Guguk, dan tinggal juga tidak jauh dari lokasi SMP Negeri 6 Gunung Talang. Banyak harapan yang ditumpangkan oleh masyarakat sekitar kepada H. Sakar Soeib, terutama sekolah tersebut harus kembali bernuansa Islam dan kesurupan cepat hilang dari sekolah yang berlokasi di pinggir Jalan Kabupaten nagari Guguk dan Cupak tersebut (wandy)
