BIJAK ONLINE (Padang)-Pimpinan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Barat bersilahturahmi dengan Wakil Gubernur Sumbar, H Muslim Kasim untuk membicarakan tingkat inflasi yang relatif stagnan sepanjang 3 tahun terakhir.

"Laju pertumbuhan ekonomi Sumbar tahun depan berada dalam kisaran 6,1%-6,5%. Sementara proyeksi ekonomi Sumbar tahun depan mengalami kenaikan yang cukup menjanjikan, apa yang mesti didorong Gubernur, itu yang dibicarakan," terang Wagub Sumbar ketika melayani pimpinan baru Bank Indonesia, Rabu (14/11) kemarin di kediamannya

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar Mahdi Mahmudy mengungkapkan, proyeksi peningkatan pertumbuhan ekonomi itu dipicu mulai menggeliatnya investasi setelah masa resesi di Sumbar, dan kebijakan pemerintah memprioritaskan sektor pariwisata,” katanya

Munurutnya, iklim investasi secara nasional akan kembali tumbuh, setelah tekanan perekonomian global sedikit melonggar. Termasuk, dampaknya akan dirasakan dengan membaiknya sektor investasi lokal.

Sedangkan kebijakan pemerintah daerah yang memprioritaskan pembangunan di bidang pariwisata diyakini mampu mendongkrak kinerja bidang lain, seperti transportasi, perdagangan, jasa, dan industri kreatif.

Mahdi menilai sepanjang tahun ini, tekanan berat akibat melemahnya harga komoditas CPO dan karet di pasar global, serta pelemahan nilai tukar rupiah ikut mempengaruhi perkonomian daerah. Apalagi ekspor utama Sumbar masih didominasi dua komoditas tersebut.

Dia mengatakan proyeksi pertumbuhan ekonomi itu dibarengi pula dengan target inflasi yang hanya 5,1% plus 1% untuk memastikan daya beli masyarakat terkendali.

Mahdi mengakui tingkat inflasi di Sumbar menembus angka dua digit dalam beberapa tahun terakhir, akibat tingginya fluktuasi harga di pasaran. Terutama untuk komoditas cabai merah dan beras, padahal pemerintah setempat mengklaim swasembada produk itu.

“Peran aktif TPID di tingkat provinsi dan kabupaten/kota harus dioptimalkan. TPID mesti mampu memberikan rekomendasi mengatasi inflasi,” ujarnya.

“Saya menghimbau Bupati dan Walikota mesti berani membuat kebijakan strategis, mendorong investasi dan memastikan terbukanya akses berusaha kepada masyarakat bawah. Karena yang menikmati pertumbuhan ekonomi Sumbar adalah masyarakat kalang atas,” ujarnya, sembari Bupati dan Walikota tetap memprioritas produktifitas petani sesuai kebijakan pemerintah pusat memperkuat ketahanan pangan. (AG)

google+

linkedin