BIJAK ONLINE (SOLOK)-Anggota DPRD Kabupaten Solok, Jon firman Pandu, meminta masyarakat Kabupaten Solok, kritis terhadap sejala jenis proyek pembangunan yang bersumber dari APBD dan APBN.
“Meskipun sudah ada anggota dewan dan wartawan, tetapi yang lebih bersentuhan langsung dengan sebuah proyek di nagari adalah masyarakat dan pemerintahan nagari. Jadi kalau masyarakat melihat ada keganjilan kontraktor dalam mengerjakan sebuah proyek, silahkan melaporkan ke anggota dewan atau pihak-pihak yang dianggap bisa menyelesaikan masalah. Kalau memang harus kebagian hukum, ya silahkan di laporkan saja,” tutur Jon Firman Pandu, Kamis (5/3), terkait banyaknya dugaan proyek pemerintah yang dikerjakan asal jadi oleh para kontraktor.
Dijelaskan Jon Firman Pandu, banyak proyek pembangunan yang luput dari pengawasan wartawan dan juga anggota dewan, namun masyarakat juga bisa melaporkan hal itu kepada wartawan atau dewan untuk selanjutnya dikritisi agar diperbaiki. “Tujuan kita mengritisi bukan untukmenghujat, tetapi kita juga berharap kepada para kontraktor, agar mereka selain mencari keuntungan, tetapi bagaimana masyarakat tidak dirugikan dari proyek tersebut,” sambung Jon Firman Pandu, yang juga Ketua Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) Partai Gerinda Kabupaten Solok itu.
Sementara itu, tokoh masyarakat Kabupaten Solok, Indra Nova menilai, para kontraktor banyak yang melakukan pelanggaran dengan melakukan pengerjaan sebuah proyek pemerintah, karena adanya dugaan lemahnya pengawasan dari dinas terkait. “Selain itu, saya melihat sudah adanya kongkolingkong antara kontraktor dengan Dinas Pekerjaan Umum, meski kita tidak bisa melihatkan barang bukti. Sebab mereka melakukan hal itu di ruang tertutup dengan menagtakan kalau seorang kontraktor diberi sebuah proyek, maka berapa yang bersangkutan berani setor. Dan itu sudah menjadi rahasia umum,” terang Nova Indra (wandy)
