Teks Foto: 1. Sekda Kota Padang H. Nasir Ahmad menyerahkan bibit pohon cemara kepada anggota Dandim 0312 Padang untuk ditanam di pantai Aie Manih secara bersama-sama, Kamis (2/4) * Yurizal.
BIJAK ONLINE (Padang)-Pemerintah Kota Padang dan beberapa tokoh masyarakat, termasuk para kepala SKPD menanam bibit pohon cemara sebanyak 250 batang di Pantai Aie Manih atau si sekitar Batu Malin Kundang. Tujuan untuk memperindah lingkungan pantai Aie Manih, serta memberikan suasana yang hijau dan sehat.
Keterangan foto(2): Sekda Kota Padang H. Nasir Ahmad Kepala Dinas Pernakhutbun Heryanto Rustam dan TNI menanam bibit pohon cemara di pantai Aie Manih sebanyak 250 batang, Kamis (2/4). Yurizal.
"Kekayaan alam termasuk sumberdaya hutan dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyatnya," kata Walikota Padang diwakili Sekda Kota Padang H. Nasir Ahmad pada peringatan Hari Hutan International ( Hari Rimbawan Tahun 2015) di pantai Aie Manih, yang dihadiri Danlantamal II, Danlanud, Dandim 0312 Padang, Kapolresta, Para Kepala SKPD, Perguruan Tinggi, Ormas dan pemuka masyarakat, Kamis (2/4).
Menurut Sekda Padang Nasir Ahmad, semua meningkatkan keterlibatan masyarakat terkait pemulihan kesehatan Daerah Aliran Sungai (DAS) melalui pengembangan hutan Rakyat, hutan kemasyarakatan, hutan desa, dan hutan adat.
Secara international, kata sekda, peringatan Hari Hutan 2015 ini mengusung tema;“Hutan kita, masa depan kita.”
Tema tersebut, lanjut sekda, sangat relevan dengan bangsa dan seluruh rimbawan dalam menjaga, mekindungi, mengkonservasi, mereboisasi, menghijaukan dan mengusahakan hutan dengan lestari. "Jadi peringatan hari Bhakti Rimbawan 2015, tingkat kota Padang dilaksanakan di pantai Aie Manih," katanya.
Kemudian, kata sekda, objek wisata Pantai Aie Manih ini adalah objek wisata yang telah terkanal di dunia dengan legenda batu Malin Kundang-nya. "Penanaman pohon dan penghijauan ini memiliki 5 manfaat bagi lingkungan manusia, yakni mencegah banjir, menjaga kualitas air tanah, melindungi Satwa, mengurangi polusi udara, dan mengurangi dampak hujan asam," tambahnya.
Sedangkan Kepala Dinas Pertanian, Pertenakan, Perkebunan, dan Kehutanan Kota Padang Ir. H. Heryanto Rustam,MM menyampaikan, peserta penanaman bibit pohon Cemara dalam rangka peringatan Hari Hutan International tahun 2015, TNI, POLRI, Ormas, OKP, pemuka masyarakat sebanyak 250 batang. Lokasi penanaman disekitar perbukitan Batu Malin Kundang, dan 750 batang lagi ditanam di hutan disekitar perbukitan pantai AIe Manih.
Menurut Sekda Padang Nasir Ahmad, semua meningkatkan keterlibatan masyarakat terkait pemulihan kesehatan Daerah Aliran Sungai (DAS) melalui pengembangan hutan Rakyat, hutan kemasyarakatan, hutan desa, dan hutan adat.
Secara international, kata sekda, peringatan Hari Hutan 2015 ini mengusung tema;“Hutan kita, masa depan kita.”
Tema tersebut, lanjut sekda, sangat relevan dengan bangsa dan seluruh rimbawan dalam menjaga, mekindungi, mengkonservasi, mereboisasi, menghijaukan dan mengusahakan hutan dengan lestari. "Jadi peringatan hari Bhakti Rimbawan 2015, tingkat kota Padang dilaksanakan di pantai Aie Manih," katanya.
Kemudian, kata sekda, objek wisata Pantai Aie Manih ini adalah objek wisata yang telah terkanal di dunia dengan legenda batu Malin Kundang-nya. "Penanaman pohon dan penghijauan ini memiliki 5 manfaat bagi lingkungan manusia, yakni mencegah banjir, menjaga kualitas air tanah, melindungi Satwa, mengurangi polusi udara, dan mengurangi dampak hujan asam," tambahnya.
Sedangkan Kepala Dinas Pertanian, Pertenakan, Perkebunan, dan Kehutanan Kota Padang Ir. H. Heryanto Rustam,MM menyampaikan, peserta penanaman bibit pohon Cemara dalam rangka peringatan Hari Hutan International tahun 2015, TNI, POLRI, Ormas, OKP, pemuka masyarakat sebanyak 250 batang. Lokasi penanaman disekitar perbukitan Batu Malin Kundang, dan 750 batang lagi ditanam di hutan disekitar perbukitan pantai AIe Manih.
Penanaman pohon dipantai Aie Manih dimaksudkan sebagai pembangunan lokasi objek wisata. Maka banyak pohon otomatis akan memberikan kerindangan, keteduhan serta keasrian di lokasi pantai yang telah terkenal itu, kata Heryanto Rustam lagi. (Humas Padang)

