BIJAK ONLINE (Padang)-Tampaknya, salon plus atau salon esesk-esek yang berlokasi di Padang Theater lantai II kian menjamur dan telah meresahkan masyarakat yang anti praktek protitusi.

"Apapun bentuk tempat maksiat di Kota Padang tidak dibenarkan, apalagi usahanya tersebut tanpa izin," kata Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah yang dihubungi seusai  Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Padang, Senin, 13 April 2015.
 
Menurut walikota, masalah  petak–petak kios di Padang Theater yang di duga  sebagai tempat salon plus esek- esek,  akan dibongkar. "Jika memang ada bukti oknum dinas pasar yang memberikan izin untuk salon- salon tersebut, maka pelakunya akan saya beri sanksi tegas dan bila perlu saya copot jabatannya,‘’ tegas politisi PKS ini.

Kemudian, walikota meminta kepada seluruh  masyarakat Kota Padang untuk berperang dengan segala bentuk maksiat. "Jika menemukan  oknum SKPD serta jajarannya melakukan tindakan kecurangan yang dianggap telah menyalahi aturan laporakan kepada kami," tegas dean syuro PKS ini.

Secara terpisah, Penny  pemilik salon  di Padang Theater mengatakan,  lokasi yang di tempatinya ini dahulunya merupakan tempat  bermain billyard. "Tempat saya ini sudah diberi izin oleh orang yang punya tempat sebelumnya. Bahkan, pendirian salon saya  ini direstui oleh dinas pasar, ‘’ungkapnya.

Sedangkan Lenny  salah seorang pekerja salon mengatakan, dirinya pindah ke Padang Theater  pasca terbakarnya Atom Shoping Center. "Semua anggota salon dari Atom Shoping Center pindah ke Padang Theater, dengan perjanjian tidak diperbolehkan membuka salon melebihi dari pukul 18.30 WIB," katanya.

Berdasarkan pemantauan Tabloid Bijak, jumlah salon di Padang Theater kian bertambah dan pejaja sek berkedok salon tersebut terlihat kian liar  dan membuka praktek   hingga larut malam. (yos)

google+

linkedin