BIJAK ONLINE (Padang)-Himpunan Masyarakat Minang Jambi menyerahkan pernyataan sikapnya untuk mendukung terbentuknya Provinsi Daerah Istimewa Minangkabau (DIM), sebagaimana yang pernah dijanjikan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno kepada para ninik mamak yang tergabung di Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat.  Bahkan waktu itu, Gubernur Sumbar menegaskan akan meneruskan aspirasi para ninik mamak di LKAAM itu ke pemerintah pusat.
 
"Kami di LKAAM menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi  Sumbar yang akan meneruskan aspirasi pembentukan Daerah Istimewa Minangkabau 9DIM) kepada pemerintah pusat dan kami juga berterima kasih Pemprov telah membangunkan gedung LKAAM, dan Pemprov juga merencanakan akan menganggarkan pengelolaan dan pemeliharaan gedung tersebut dalam APBD Sumbar setiap tahunnya," kata Ketua LKAAM Sumbar, DRS. M. SAyuti. DT. Rajo Pangulu, M.Pd seusai menerima pernyataan tertulis HMM Jambi, pada acara  HUT LKAAM ke-49, di Auditorium, Rabu, 1 April 2015.
 
Kini, ada issu nasional  yang sangat penting, yakni  lemahnya penegakan hukum di negara ini. dan LKAAM Sumater Barat sangat prihatin dengan keadaan ini."Mungkin secara nasional penegakan hukum agak sulit menerapkannya tetapi kalau di Sumatera Barat  kita harus mampu menegakan hukum, meskipun banyak rintangannya. Bahkan, walaupun basilang karih di kaniang, mahujam tombak di dado, basimbah darah di badan nan bana disabuik dan ditagakkan juo,” tegasnya.

Kemudian, kata Sayuti, LKAAM Sumbar saat ini, sudah berusia 49 tahun dan telah mempunyai 18 LKAAM di kabupaten dan kota dan berjumlah 162 LKAAM kecamatan dan mempunyai Kerapatan Adat Nagari (KAN) sebanyak 543. " LKAAM benar benar dibentuk oleh para pemangku adat di Sumatera Barat," tegasnya.
 
Selanjutnya Wakil Gubernur Sumatera Barat, Muslim Kasim menyampaikan ucapan selamat hari jadi untuk LKAAM dan sekaligus memberikan sambutan tentang masalah yang dihadapi oleh LKAAM saat ini.
 
“Pada saat ini budaya kita telah mengalami degradasi, Falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah telah tercemar. Para generasi muda telah melupakan adat dan kebudayaan Minangkabau. Yang perlu kita sikapi saat ini, sejauh mana peran niniak mamak dalam menyalurkan dan menyampaikan ABSSBK kepada para generasi muda saat ini, sehingga kita bisa mengamalkan adat Minangkabau ini dalam kehidupan sehari-hari," kata Wakil Gubernur Sumbar yang akrap dipanggil MK.
 
Menurut MK, untuk meningkatkan peran niniak mamak, KAN dan LKAAM dipemerintahaan akan dibentuk satu badan, dinas atau biro yang akan mengurus Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah ini. "Kita harus mengembalikan peran surau dan nagari untuk memperbaiki mental dan akhlak para pemuda, sehingga bisa menjadikan ABS-SBK sebagai pedoman dan falsafah hidup,” kata mantan Bupati Padang Pariaman dua periode ini.

Sebagai Wakil Gubernur Sumbar, kata Muslim Kasim, dirinya sangat mendukung wacana pembentukan DIM (Daerah Istimewa Minangkabau). "Tetapi sebelum mengajukan pembentukan DIM ke pemerintah pusat,  ada baiknya kita perbaiki dulu pemerintahan kita. Soalnya,  apabila ABS-SBK ini sudah tertanam dalam seluruh masyarakat Sumbar, otomatis dalam pengajuan Sumbar menjadi DIM tidak akan dipersulit pemerintah pusat," ujarnya.
 
Kemudian, kata Muslim Kasim, siapa yang akan bertanggung jawab terhadap kelestarian budaya Minangkabau, tentu masyarakat Minang itu sendiri. "Hidup LKAAM, Hidup Sumatera Barat, Jayalah ABS-SBK, “ katanya menutup sambutannya. (HUMAS SUMBAR).

google+

linkedin