BIJAK ONLINE (Padang)-Gubernur  Sumatera Barat, Irwan Prayitno menginstruksikan Kepala Dinas Pertanian untuk  meningkatkan sektor pertanian dengan cara merubah pemikiran  bertani yang sasaranya  mengurangi pengangguran dan kemiskinan.

“Kita harus merubah pemikiran tentang cara bertani kepada seluruh petani yang ada di Sumbar ini, bahkan ini juga merupakan tugas bagi para penyuluh pertanian yang ada baik di Provinsi maupun kabupaten dan kota sehingga bisa meningkatkan pertanian dan mengurangi angka kemiskinan yang ada saat ini,” kata Irwan Prayitno, kepada para Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumbar dan Kepala Dinas kabupaten dan kota se-Sumatera Barat pada acara Rapat Koordinasi Upaya Khusus (UPSUS) Swasembada pangan melalui dana APBN-P Provinsi Sumatera Barat Tahun 2015 Senin, di Auditorium Gubernuran, Senin, 6 April 2015. 

Acara juga dihadiri  Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Dr. Hasanuddin Ibrahim, selaku Ketua Tim Upsus Percepatan Swasembada pangan Provinsi Sumatera Barat.

Gubernur juga menjelaskan tentang permasalahan yang dihadapi oleh Sumatera Barat sekarang ini, diantaranya, masalah jumlah penyuluh yang masih sedikit, irigasi yang belum memadai, peralatan seperti hand tractor yang masih sedikit untuk membantu para petani dalam menyelesaikan tugas nya, dan juga masalah pendistribusian pupuk yang masih belum merata di Sumatera Barat ini.

 “Jadi mohon kepada bapak/ibu yang mengikuti rakor ini , bisa bekerja lebih baik lagi untuk upsus swasembada pangan sumatera barat menjadi lebih baik kedepannya. Dan juga ada bagusnya untuk mendirikan koperasi tani, yang  dimana di koperasi tersebut menjual keperluan pertanian dan para petani pun juga bisa menabung maupun meminjam modal usaha untuk bertani di koperasi tersebut , karena koperasi itu nantinya dari petani dan untuk para petani kita sendiri, “ kata Irwan Prayitno.

Pada kesempatan tersebut, gubernur juga menyampaikan salam dan ucapan terima kasih kepada Komandan Korem 032 Wirabraja beserta Komandan Kodim dan jajaran yang sudah aktif memberikan dukungan dan bergerak di lapangan melalui babinsa dan diharapkan dapat terus mendukung kegiatan ini.

"Disamping upaya untuk peningkatan produksi padi dan jagung, dilakukan juga upaya pengamanan produksi melalui kegiatan penanganan panen dan pasca panen dalam rangka menekan susut hasil akibat tercecer/kehilangan/losis saat panen yang mencapai 12 persen, dan juga kelompok tani /gapoktan difasilitasi dengan peralatan panen dan pasca panen," kata politisi PKS ini.

Pembangunan Ekonomi Sumbar didominasi oleh pembangunan sector pertanian dengan sumbangan terhadap PDRB sebesar 23,01 persen, dimana dukungan usaha pertanian tanaman pangan dan hortikultura cukup besar dan berkembang baik serta banyak menyentuh kehidupan rumah tangga petani baik di pedesaan maupun di perkotaan. "Sumatera Barat sebagai salah satu dari 12 Provinsi penyangga produksi padi nasional, dibebankan amanah untuk mendukung swasembada pangan nasional yang diharapkan terwujud pada tahun 2017 mendatang," kata gubernur lagi. (Humas Sumbar)


google+

linkedin