DARI opini yang berkembang di tengah seminar, kelihatan bahwa keprihatinan memandang IAIN Imam Bonjol tahun-tahun terakhir menggejala di semua lini, yang nyaris terseret ke dalam kancah politis, memicu niat baik mereka (para alumni) untuk ikutserta memperbaiki IAIN ke depan, sehingga Prof. Dr. H. Nasrun Haroen, M.A. yang kehadirannya, seperti diungkapkannya, lebih banyak berkapasitas Alumni dari mewakili Direktur Dikti Islam Depag RI yang diminta Panitia.
Dengan penuh semangat secara fulgar, Nasrun mengutarakan. Katanya: Saya adalah Rektor terpilih 2 kali yang tak pernah dilantik. Tahun 2001, antara saya dan Maidir berbanding 24 : 20, ujar Nasrun. Kemudian tahap kedua pada tahun 2006 yang lalu, masih saja antara saya dan Maidir, perbandingan jumlah suara antara 133 : 90, yang saya tetap tidak dilantik oleh Menag. Kata Menteri Agama kepada saya: saudara tidak bisa jadi Rektor. Tahukah anda semua, ujar Nasrun di hadapan 150 orang lebih peserta Seminar Nasional PD ILUNI se Jabodetabek itu: “Itu karena ulah teman-teman di dalam IAIN sendiri.” Sehingga Nasrun mengingatkan: “Bagaimana pak Rektor bisa maju, kalau teman-teman senantiasa begini…?!!”. Jadi, pembinaan SDM (Sumber Daya Manusia) seperti diungkapkan pak Jamhari tadi, memang mesti. Tukuk Nasrun.
Dalam mimpi saya dulu, kenang Nasrun, jika saya terpilih menjadi Rektor, ingin menciptakan “Imam Bonjol-Imam Bonjol” baru, sesuai dengan nama dari almamater kita. Cita-cita IAIN Imam Bonjol itu belum tercapai. Tidak mungkin akan ada perubahan, dan IAIN Imam Bonjol tidak akan mungkin berubah menjadi UIN Imam Bonjol. Antara Rektor dengan Pembantu Rektor harus kompak, harus satu hati!. Tidak hanya sampai di situ ungkapan Nasrun, malah beliau secara tegas mengingatkan: “IAIN Imam Bonjol Padang dengan segala persoalannya di dalam, pak Rektor harus ekstra hati-hati”, ungkapnya penuh harap.
Acara pengukuhan PD ILUNI wilayah Jabodetabek, Minggu 2 Desember 2007 lalu itu, sempat dihadiri oleh tokoh intelektual jebolan IAIN Imam Bonjol yang berada di Jakarta, di antaranya Prof. Dr. H. Amir Syarifuddin (mantan Rektor periode 1982-1992), Drs. Murni Djamal, M.Si. (mantan Dirbinperta Islam Departemen Agama), Drs. Dalminis Nur yang alumni perdana tahun 1972, serta tokoh-tokoh muda yang kini sedang berkiprah di ibukota negara itu.
Agaknya, pertemuan alumni semacam itu amat sulit untuk didapatkan. Namun hal semcam itulah yang merupakan mutiara terpendam dan peluang besar. Artinya, amat rugi bila tidak termanfaatkan. Keikutsertaan alumni terkesan sangat antusias untuk memikirkan kebangkitan kembali IAIN Imam Bonjol ke masa depan. Pertanyaan sekarang, ….yang selalu melingkar di benak kita adalah: Sejauh mana kepedulian alumni kita yang sawahladangnya di almamater…? Atau yang mendapat amanah dalam SK Rektor IAIN tahun 2003-2008 dalam Pengurus Pusat ILUNI..? Ada yang menanggapi, SK tidak sampai ke tangan kami! Demikiankah?
Dari pemikiran-pemikiran yang berkembang dalam Seminar Nasional, dengan contoh-contoh yang konsepsional dilemparkan pembicara dan penanggap pada sesion kedua, yang dimoderatori oleh Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. H. Salmadanis, M.A., yang berakhir menjelang shalat Ashar itu, kelihatan bahwa sudah saatnya hampir 20.000 Alumni yang tersebar di berbagai propinsi, kab/kota di Indonesia, negara tetangga, dan bahkan seluruh dunia, ikut tersentak dari tidurnya, memberikan kontribusinya untuk membangun IAIN Imam Bonjol di masa datang.
Seperti dikemukakan pada point kedua dari 11 macam Program Kerja yang dirancang tanggal 10 Maret 2004, Kabinet H. Hasan Zaini sebagai Ketua Umum PP ILUNI masa bakti 2003-2008, adalah: “membentuk Pengurus Daerah di tingkat Propinsi, Pengurus Cabang di tingkat Kab/Kota, serta Pengurus Komisariat di tingkat Instansi/Kantor/Lembaga” yang di situ mengabdi alumni IAIN Imam Bonjol Padang. Namun, diakui Hasan, dengan berbagai alasan program kerja ini belum terealisir secara maksimal, sekalipun upaya PP ILUNI sudah memberikan Mandat terhadap berbagai tingkat tadi. Contoh yang paling dekat, tingkat Propinsi Sumbar dan 19 Kab/Kota di dalamnya, baru PC ILUNI Kota Pariaman dengan Ketua Umum Drs. Hasan Basri, M.Ag. (Kepala MAN Padusunan, kandidat Doctor di PPs IAIN Padang), dikukuhkan Kamis 6 September 2006 di Pariaman.
Sedangkan PC ILUNI Kab. Swl/Sijunjung di bawah kepemimpinan Drs. Abasri Jusad, S.H., M.Hum, M.M. (kini: Kepala Dinas PMPK Kab. Swl/ Sijunjung) dengan SK PP ILUNI No. IN/8/PP.ILUNI/012/ 2005 tgl. 12 Maret 2005, sampai kini (Desember 2007) belum dikukuhkan. Hasan Zaini berpesan, alumni IAIN di berbagai Kab/ Kota akan segera bangkit melahirkan kepengurusannya, apalagi tahun 2008 mendatang berkembang wacana akan dilaksanakan Mubes ILUNI di Padang, diharapkan hadir pengurus ILUNI dari seluruh penjuru nusantara.
Semoga kepemimpinan pak Sirajuddin Zar ini, dapat dukungan dari semua pihak, dan Alumni semakin menampakkan kepeduliannya, sehingga IAIN Imam Bonjol menjadi “Imam” di ranah Minang tercinta ini. Amien. (Drs. Syamsuar Syam, M.Ag., Anggota Biro Kominforbit PP ILUNI / Kepala Humas dan Staf Pengajar pada Fak. Dakwah IAIN Imam Bonjol Padang).***Padang, 3 Desember 2007
