BIJAK ONLINE (Padang)- Ketua Sobat Bumi Kota Padang Regional Sumatera Barat, Ahmadi Satria menyebutkan kalau lembaga yang dipimpin telah melakukan kerjasama dengan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 18 Balai Baru Kota Padang.
“Pendidikan lingkungan merupakan salah satu faktor penting untuk meminimalisasi kerusakan lingkungan hidup dan merupakan sarana yang penting dalam menghasilkan Sumber daya manusia yang dapat melaksanakan prinsip pembangunan berkelanjutan,” kata Ahmadi Satria kepada Tabloid Bijak, Rabu 10 Desember 2014.
Menurut Ahmadi, pendidikan lingkungan dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat dalam mencari pemecahan dan pencegahan timbulnya masalah lingkungan. “Pendidikan lingkungan tidak akan merubah situasi dan kondisi lingkungan yang rusak menjadi baik dalam waktu yang singkat, melainkan membutuhkan waktu, proses, dan sumber daya manusia dan atas dasar itulah Sobat Bumi menjalin kerjasama dengan SMPN 18 Balai Baru Padang,” kata mahasiswa FIK UNP yang peduli lingkungan ini.
Kemudian, kata Ahmadi, dengan adanya pendidikan lingkungan merupakan upaya memperkenalkan siswa sekolah pada lingkungan sebenarnya yang sudah ada dalam program 5K, Keindahan, Kerapian, Kebersihan, Kepribadian dan Keamanan. “Disinilah pentingnya pendidikan lingkungan dapat diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi di lingkungan,” katanya,
Pendidikan lingkungan hidup , selain dapat memberikan kesadaran kepada anak-anak akan pentingnya menjaga lingkungan juga dapat mengetahui sejauh mana kepeduliaan mereka dalam menjaga lingkungan. “Sobat Bumi, punya jaringan secara nasional, mulai dari Sabang sampai Meroke,” kata putra Kabupaten Lima Puluh Kota ini.
Selanjutnya, yang mendorong Sobat Bumi mencitai bumi, yang pertama karena global warming dan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan teruma pada pohon.”Sobat bumi punya dua program nasional. Yang pertama Scholl Green Ambassador (SGA), yakni pendidikan lingkungan dan Sobat Bumi sudah bekerjasama dengan SMPN 18 Balai Baru Padang,” kata Ahmadi Satria.
Program Sobat Bumi yang kedua, melakukan desa binaan di Pauh Sangit Kabupaten Lima puluh Kota dengan membina petani karet dan melakukan pembuatan Bio Cool Bakter untuk penggumpal karet bagi petani. “Bahan Dasar penggumpal karet adalah limbah air kelapa. Kemudian kulit nenas yang dibuang dan ubi gadung yang tidak dipakai,” tambah Ahmadi Staria, sembari mengimbau masuyarakat untuk peduli lingkungan, dengan menanam satu pohon di depan rumah untuk anak cucuk kita nantinya, karena satu batang pohon, sangat berguna bagi orang banyak. (yal aziz)
