BIJAK ONLINE (Padang)-Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno ikut acara memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dalam Program Menanam 1 miliar pohon, tingkat Provinsi Sumatera Barat, yang dilaksanakan di Kampus Poly Teknik Universitas Andalas Padang, Rabu 10 Desember 2014.
Acara juga dihadiri juga oleh Deputi Operasional Badan Pengelola REDD+ Bapak William Sabandar, serta para bupati dan walikota Se- Sumatera Barat, Forkompinda, Rektor Universitas Andalas, Rektor Univiversitas Muhamadiyah, Rektor Univiversitas Bung Hatta, Rektor Univiersitas Negeri Padang dan seluruh pejabat SKPD se-Sumatera Barat dan seluruh Kepala SKPD yang membidangai kehutanan kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.
Sebelumnya, acara menanam 1 miliar pohon telah dicanangkan atau dilaksanakan, 28 November 2014 lalu di Desa Tempur Sari Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah yang dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia.
“Melalui semangat gotong royong dalam Gerakan Penanaman dan Pemeliharaan Pohon akan terbentuk ekosistem di sekitar kita yang pada akhirnya sector lingkungan dan kehutanan dapat memberikan kontribusi pada perwujudan ekositem yang lestari,” kata gubernur.
Menurut gubernur, peringatan ini bertujuan untuk lebih membangkitkan semangat, motivasi dan membudayakan seluruh masyarakat Indonesia untuk menanam dan memelihara pohon dalam rangka membangun ekosistem hutan melalui rehabilitasi lahan di seluruh Indonesia.
Pada saat ini badan REDD+ RI telah melakukan kerja sama dengan 13 kabupaten kota, dan ini menunjukkan komitmen pemerintah menurunkan emisi gas rumah kaca dan efek global warming. Provinsi Sumbar bisa jadi contoh, karena sumbar menggunakan pendekatan nagari dalam pengelolaan hutannya. Indonesia harus belajar dengan Sumatera Barat dalam mengelola hutan yang berbasis PHBN.
Badan REDD+ RI merupakan sebuah gerakan untuk memastikan semua elemen masyarakat mengikuti pelestarian dan pengelolaan hutan dengan baik . Gerakan untuk memelihara hutan sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi untuk masyarakat lokal,dan masyarakat adat.
Baru setahun berjalan, sudah bekerja sama dengan 13 provinsi, dan sumatera barat adalah yg paling dianggap berhasil dan sukses dalam pelaksanaan pengelolaan dan pelestarian hutan. Semoga Hutan Nagari bisa menjadi percontohan atau model bagi provinsi yg lain dalam pengelolaan dan pelestarian hutan.
Baru setahun berjalan, sudah bekerja sama dengan 13 provinsi, dan sumatera barat adalah yg paling dianggap berhasil dan sukses dalam pelaksanaan pengelolaan dan pelestarian hutan. Semoga Hutan Nagari bisa menjadi percontohan atau model bagi provinsi yg lain dalam pengelolaan dan pelestarian hutan.
Selain itu juga dilaksanakan penanda tanganan MOU kerjasama antara REDD+ dengan 5 kabupaten kota di Sumatera Barat.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat menyampaikan bahwa kegiatan PHBN ini merupakan salah satu opsi untuk perkembangan dan pelestarian hutan yang lebih baik. “Jadi kami melakukan PHBN ini memberikan kewenangan bagi masyarakat untuk merawat dan menjaga hutan yang ada di nagari tersebut, sehingga pokok dari tujuan PHBN ini dapat tercapai,” katanya.
Setelah acara di Poly Teknik Unand, dilanjutkan dengan Konferensi Pers di R.M. Bernama antara Deputi REDD+ dan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat dan dengan rekan-rekan media. (humas-sumbar)