BIJAK ONLINE (Padang)-    Wakil Bupati Solok, Desra Ediwan AT  menghadiri acara penyuluhan terhadap seratus lim apuluh para pelaku pariwisata di Kabupaten Solok,  untuk menyamakan persepsi  dalam menyambut kunjungan para wisata di daerah berhawa sejak tersebut.
 
Acara yang berlangsung di Convention Hall Alahan Panjang, Selasa, 9 Desember 2014 tersebut, dihadiri Kepala Dinas Pariwisata, Drs. M.Alfajri, Panitia pelaksana, Asnul Hakim dan Hendrianto,  Kapolres Kabupaten Solok, ASISTA Sumatera Barat, DPD HPI Sumatera Barat dan puluhan peserta Penyuluhan Sadar Wisata.
 
Panitia pelaksana Hendrianto, menyampaikan bahwa Peserta penyuluhan sadar wisata ini berjumlah 150 orang yang berasala dari pemerintah nagari, ketua KAN, pengelola objek wisata, pemilik penginapan, para pedagang kuliner, pelaku seni dan utusan para pelajar SMK/SMA di Kabupaten Solok
 
Wakil Bupati Solok, Desra Ediwan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan kepariwisataan yang berkelautan dan bertanggung jawab lebih mengedapkan penggunaan energi yang efesien dan terbarukan, sehingga dapat menciptakan lapangan kerja, mengentaskan kemiskinan, pelestarian warisan budaya serta berbasiskan lingkungan hidup.
 
“Pariwisata berperan penting dalam prospek perkembangan perekonomian daerah maupun masyarakat dan pertumbuhan atau perkembangan pariwisata yang baik kana berdampak kepada kunjungan wisatawan,” tutur Desra Ediwan AT.
Dijelaskannya, sektor pariwisata atau destinasi wisata berdaya saing, harus lebih banyak melakukan perbaikan disegala bidang menyangkut kepariwisataan, seperti prasarana, sarana, aksesibilitas serta SDM pariwisata yang berkualitas.
 
“Dalam mewujudkan destinasi pariwisata berdaya saing diperlukan pembangunan kepariwisataan yang mampu menghadapi tantangan perubahan kehidupan lokal, nasional dan gaya hidup internasional. Pembangunan destinasi yang handal dalam upaya mendukung peningkatan daya saing pariwisata, merupakan tantangan yang mendesak menhadapi pasar global yang kian kompetitif dan pelaku wisata memiliki peran strategis untuk mendukung dan memelopori peningkatan daya saing perubahan tersebut,” tutur Desra Ediwan.
 
Ditambahkan Desra, Asista dan HPI sebagai wadah yang bersentuhan langsung dengan wisatawan, tidak akan merekomendasikan destinasi wisata kabupaten Solok kepada para wisatawan dikarenakan pengalaman tentang pelayanan yang didapatkan di masalalu, untuk itu pemerintah Kabupaten Solok akan lebih memberikan perhatian terhadap pelayanan, fasilitas dan infrastruktur pariwisata  di masa mendatang (wandy)

google+

linkedin