Yang ironisnya, fasilitas jalan ke dua nagari tersebut masih bisa dihitung yang sudah memakai aspal. Sedangkan fasilitas listrik juga baru ala kadarnya. Meskipun begitu, masyarakat di sana tidak banyak menuntut, hanya sederhana, yakni berharap agar pemerintah Kabupaten Solok bersama anggota DPRD, bisa memperjuangakan tower seluler dan fasiltas jalan yang layak menuju nagari mereka.
“Kami tahu bahwa APBD Kabupaten Solok terbatas, tetapi sebagai warga Indonesia, saat ini kami sangat kesulitan dalam berkomunikasi memakai telepon seluler atau hand phone. Jadi kami berharap agar pemerintah atau anggota DPRD bisa menyampaikan keluhan kami ke pihak Telkomsel atau Indosat agar dipasang tower seluler,” tutur Zainal Bahri, tokoh pemuda Nagari Sungai Abu, ketika mendatangi kantor DPRD Kabupaten Solok, Rabu siang (10/12), untuk menyampaikan keluhan mereka.
Sayangnya niat tokoh pemuda Sungai Abu tersebut untuk mendatangi anggota DPRD tidak kesampaian, karena hari Rabu itu anggota DPRD sudah bersiap-siap mau keluar daerah lagi.
Menurut Zainal, warga Sungai Abu sangat membutuhkan signal untuk berkomunikasi dengan sanak saudara kami yang jauh, termasuk dengan pihak pemerintahan, tetapi sampai saat ini belum ada satupun tower yang dibangun di Sungai Abu.
Menurut Zainal, warga Sungai Abu sangat membutuhkan signal untuk berkomunikasi dengan sanak saudara kami yang jauh, termasuk dengan pihak pemerintahan, tetapi sampai saat ini belum ada satupun tower yang dibangun di Sungai Abu.
Zainal Bahri yang mendatangi DPRD bersama tokoh masyarakat setempat Helfazulhaj dan Zulbhakti, berharap agar tower seluler yang mereka harapkan sejak lebih dari 15 tahun lalu itu, bisa diwujudkan.
Zainal juga menceritakan bahwa untuk bisa komunikasi dengan HP, masyarakat harus naik bukit yang tinggi dan berjalan sampai satu kilo dari nagari. Sementara kalau diperkampungan, signal tidak ada. Jarak tiang tower seluler terdekat berjarak sekitar 20 kilo yang berada di nagari Talang Babungo. Sementara nagari Talang Babungo dan Sungai Abu serta Sariek Alahan Tigo, dibatasi oleh bukit-bukit yang terjal, karena berada di kawasan kaki Bukit Barisan.
Zainal juga menceritakan bahwa untuk bisa komunikasi dengan HP, masyarakat harus naik bukit yang tinggi dan berjalan sampai satu kilo dari nagari. Sementara kalau diperkampungan, signal tidak ada. Jarak tiang tower seluler terdekat berjarak sekitar 20 kilo yang berada di nagari Talang Babungo. Sementara nagari Talang Babungo dan Sungai Abu serta Sariek Alahan Tigo, dibatasi oleh bukit-bukit yang terjal, karena berada di kawasan kaki Bukit Barisan.
“Yang lebih parah lagi, jika ada keperluan penting untuk menelepon sanak saudara yang ada di rantau, masyarakat Sariek dan Sungai Abu harus naik gunung dan berjalan sekitar satu kilo untuk mendapatkan signal.
Sementara sampai di puncak gunung, kadang signal dapat sedikit. Malah kalau cuaca buruk tidak ada. “Yang sedihnya lagi, sudah naik bukit turun bukit, signal langsung hilang, padahal kita malam-malam naik gunung, karena ada keperluan menghubungi sanak saudara yang jauh,” ujar Helfazulhaj yang kecewa dengan kedatangannnya dari jauh tapi tidak menemui anggota dewan yang mereka cari (wandy)
