“Kota Padang sebagai ibukota Provinsi Sumbar memiliki luas
hutan 36.210 hektare yang terdiri dari
hutan suaka alam, hutan lindung, hutan produksi dan jenis hutan lainnya sesuai
dengan fungsinya,” kata Walikota Padang, H Mahyeldi seusan menerima
penghargaan.
Menurut walikota, sesuai himbauan Menteri Lingkungan Hidup
dan Kehutanan RI pada peringatan HMPI
tingkat nasional di Wonogiri, Jawa Tengah supaya gubernur dan walikota, serta bupati terus
mendukung dan memfasilitasi pengembangan serta
keberlangsungan Hutan Kemasyarakatan (HKM), Hutan Taman Rakyat (HTR),
pola kemitraan hutan rakyat.
“Sehubungan dengan itu Pemerintah Kota Padang melalui Dipernakbunhut Kota Padang sejak akhir tahun 2013 telah memulai proses pembentukan hutan kemasyarakatan (HKM)
di lima lokasi, 2 lokasi di Kecamatan Koto
Tangah, 2 lokasi di Kecamatan Pauh, 1 lokasi di Kecamatan Bungus Teluk
Kabung,” sebut walikota.
Sedangkan sesuai dengan
tujuan tema hari puncak HMPI tahun 2014, untuk lebih membangkitkan
semangat, memotivasi dan membudayakan seluruh masyarakat untuk menanam
dan memelihara pohon dalam rangka
membangun ekosistem hutan melalui rehabilitasi hutan dan lahan kota Padang. tahun 2013 telah menanam penghijauan sekitar
465.000 batang.
Pada tahun 2014 jumlah penanaman pohon penghijauan meningkat yakni 521.000
batang ditambah 25.000 batang di Kebun Bibit Rakyat, dan
125.000 batang untuk rehabilitasi hutan
dan lahan. Penanaman berlokasi dilahan kosong, hutan lindung, pinggir
pantai, dilingkungan pemukiman
masyarakat dan di fasilitas umum. Penanaman di lakukan secara swadaya oleh
masyarakat maupun melalui program
kerja/kegiatan Dipernakbunhut.
Kepala Dipernakbunhut Kota Padang Ir.Heriyanto Rustam juga
menyampaiakan, sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 24 Tahun 2008 tentang
Hari Menanam Pohon Indonesia bahwa setiap tahun pada tanggal 28 November
dilakukan peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia, dengan tema
“Hutan Lestari Untuk Mendukung Kedaulatan Pangan, Air dan Energi
Terbarukan”, yang merupakan salah satu program prioritas Kabinet Kerja 2014 -
2019.
Kesinambungan keberadaan dan kualitas hutan berkorelasi
dengan kesinambungan dan kenyamanan
hidup manusia. Hutan dengan kualitas yang baik juga akan membuat manusia yang
hidup didekatnya lebih nyaman. Karena hutan yang berkualitas baik akan meninimalisir terjadinya bencana alam,
kualitas udara dan air bersih serta memiliki panorama yang menyejukkan hati dan
mata. (Humas-Padang)
