BIJAK ONLINE (Padang)-Ketua Sobat Bumi Kota Padang Regional Sumatera Barat, Ahmadi Satria menyebutkan kalau lembaga yang dipimpinnya telah menanam seribu magrove atau bakau di Pulau Pisang, Kota Padang. Tujuannya, karena kehadiran hutan mangrove di pesisir pantai sangat berperan penting dalam menjaga garis pantai agar tetap stabil.
“Populasi pohon dan semak yang ada pada hutan mangrove dapat melindungi tepian pantai dari terjangan ombak yang berpotensi menghantam dan merusak bibir pantai,” kata Ketua Sobat Bumi Padang, Ahmadi Satria, kepada Tabloid Bijak, Rabu 10 Desember 2014.
“Populasi pohon dan semak yang ada pada hutan mangrove dapat melindungi tepian pantai dari terjangan ombak yang berpotensi menghantam dan merusak bibir pantai,” kata Ketua Sobat Bumi Padang, Ahmadi Satria, kepada Tabloid Bijak, Rabu 10 Desember 2014.
Menurut Ahmadi, hutan mangrove atau hutan bakau, dari kajian ilmiah mampu meredam energi dari terjangan gelombang arus air laut tersebut. “Solanya, rumpun-rumpun tanaman hutan bakau, juga mampu memantulkan, meneruskan dan menyerap energi gelombang yang datang, sehingga gelombang yang sampai ke sisi pantai hanya riak-riaknya saja, sehingga melindungi pantai dan tebing sungai dari kerusakan, seperti erosi atau abrasi,” katanya, sembari menjelaskan penanaman hutan bakau di Pulau Pisang dilakukan, 25 Oktober 2014 lalu.
Kemudian, kata Ahmadi, manfaat Hutan mangrove, juga mampu menahan atau menyerap tiupan angin kencang dari laut ke darat pada malam hari, karena pada malam hari, biasanya angin laut bertiup dengan kencang ke darat. Jika tiupan angin terlalu kencang, tentu akan sangat berbahaya bagi lingkungan daratan terutama di daerah pinggiran pantai.
Selanjutnya, populasi tanaman pada hutan mangrove akan stomata yang siap menyerap gas karbondioksida dari lingkungan dan melepaskan oksigen ke lingkungan, sehingga udara di lingkungan pesisir pantai tetap bersih, segar dan bebas dari polusi. “Jadi, hutan bakau juga sebagai perangkap dan pengolah zat-zat pencemar dan limbah industri,” kata Ahmadi Satria, sembari menambahkan, hutan mangrove juga menjadi habitat yang nyaman bagi perkembangbiakan berbagai jenis burung dan satwa biota laut lainnya, seperti udang, ikan dan kepiting. (yal aziz)
