Salah satu lahan perkebunan milik warga di nagari Alahan Panjang kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok banyak yang rusak dan tidak tumbuh dengan baik akibab diserang kabut asap


BIJAK ONLINE (SOLOK)-Akibab kabut asap yang berkepanjangan, ratusan petani hultikultura di daerah sentra penghasil sayur-sayuran seperti Alahan Panjang, Salimpat, Bukit Sileh, Air Batumbuk dan Sungai Nanam, ratusan petani merugi hingga ratusan juta rupiah.

Marsal, salah seorang petani di Salimpat, kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, menyebutkan bahwa bencana kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Solok hingga menghalangi sinar matahari ke bumi, sudah menyebabkan para petani merugi ratusan juta rupiah. “Gimana kita tidak akan rugi, biasanya hasil panen bawang berkualitas bagus, sekarang sejak dari tumbuh saja sudah kerdil dan tidak berkembang sehingga kita para petani seperti kehabisan akal karena tidak tau lagi cara mengatasi masalah asap ini,” tutur Marsal. 

Selain tanamam bawang, tanaman muda lainnya seperti cabe, kol, kentang dan lainnya juga diserang oleh kabut asap. Dijelaskan Marsal, rata-rata petani di daerah penghasil sayur tersebut merugi antara 30 hingga 70 persen. Pengaruh kabut asap cukup besar dirasakan petani, karena cahaya matahari tidak bisa langsung didapatkan oleh tanaman, sehingga menghambat pertumbuhan tanaman. Selain itu, bibit tanaman muda seperti cabe, bawang, kentang dan lain sebagainya rusak disebabkan kurangnya oksigen untuk melakukan fotosintesis. 

Kabut asap sudah hampir dua bulan menyelimuti Kabupaten Solok, membuat masyarakat semakin panik, karena sampai saat ini kabut asap selain merusak tanaman holtikultura, juga sangat menggangu terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan balita.

Anggota DPRD Kabupaten Solok yang juga sukses bertani di nagari Sungai Nanam, Kasmudi Z, SH, mengaku merugi hingga ratusan juta rupiah dan begitu juga dengan para petani lainnya. 

“Bagaimana kita tidak akan rugi, kualitas tanaman dan hasil panen merosot tajam, sehingga bisa dikatakan tidak ada tanaman hultikultura yang bisa tumbuh dengan baik,” tutur Kasmudi. Untuk itu, Kamudi meminta Dinas Pertanian Kabupaten Solok, untuk membantu mencarikan solusi bagi petani yang mengalami kerugian, seperti dengan memberi pinjaman lunak atau dengan menyediakan bibit unggul (wandy)

google+

linkedin