NAMA dan sosok S A Sutan Pamenan di Kecamatan Pauh Kota Padang, memang tidak sepopuler Ketua Partai Golkar Kota Padang, Wahyu Iramana Putra dan tidak pula sehebat Marlis Ketua Partai Hanura Sumbar yang kini menjadi Ketua Komisi I DPRD Sumatera Barat.
Tegasnya, sosok S A Sutan Pamenan, memang tak sebanding dengan PJ Gubernur Sumbar, Reydonnyzar Moenek yang orang Lintau, Kabupaten Tanah Datar dan Drs Syafrizal Ucok MM yang kini dipercaya jadi Bupati di Kabupaten Dharmasraya.
Kefiguran S A Sutan Pamenan, di Nagari Pauhlimo Kecamatan Pauh, hanya biasa-biasa saja. Tapi, kalau di kaumnya suku Djmabak, memang sosok dan kepri
badian S A Sutan Pamenan, sangat dihargai dan dikagumi masyarakat, terutama di kaum Suku Djambak, Nagari Pauhlimo. Bahkan, bisa dikatakan satu rumpun dari kaumnya bersuku Djamak, sosok S A Sutan Pamenan, tak hanya populer, tapi jadi panutan atau suri tauladan. Jadi sangat wajar pula, kalau ponaannya, serta dunsanaknya, ikut mendukung IP-NA Nomor 2.
Sebenarnya, sosok S A Sutan Pamenan mejadi menarik dikaji dan dibahas, hanya karena kepribadiannya di kaumnya Suku Djambak sangat berpengaruh, terutama dalam sikap politiknya, yang sekaligus mampu mempengaruhi sikap politik anak jo kemenakannya, di Suku Djambak tersebut.
Kenapa? Karena sebagai anak Nagari Pauhlimo, dunsanaknya sekaum Suku Djambak, tahu kalau S A Sutan Pamenan yang dipanggilnya Mak Uniang, tidaklah orang politik dan tidak pula tergabung dalam tim sukses dan tim relawan pasangan Irwan Prayitno dan Nasrul Abit. Tapi sikap politik S A Sutan Pamenan dikatahui oleh dunsanaknya se kaum di Nagari Pauhlimo hanya sebagai simpatik kepada IP-NA. Penilian mereka itu, karena S A Sutan Pamenan, mendukung pasangan IP-NA bisa dimaklumi dan sangat logis dan ilmiah.
Masalah sosok dan kefiguran Prof Dr H Irwan Prayitno Psi Msc, memang tak hanya S A Sutan Pamenan saja yang mengaguminya, tetapi juga banyak masyarakat di berbagai pelosok Ranah Minang Sumatera Barat, yang telah mengetahui rekam jejak Irwan Praytino yang disimpulkan sebagai cendekia multi talenta.
Secara fakta, Irwan Prayitno memang telah memulai aktifitasnya sebagai juru dakwah dikampus, saat masih kuliah di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan sampai sekarang masih sering memberikan tausiah, meskipun disibukan saat menjadi Gubernur Sumbar periode 2010-2015 lalu. Bagi Irwan Prayitno berdakwah sudah dianggapnya sebagai kewajiban seorang Muslim untuk mengajak dan menyerukan umat Islam yang lain dan kemudian berdakwah itu diangapnya sebagai ibadah.
Kemudian, Irwan Prayitno juga punya hoby olahraga motorcross alias trabas dan seorang karateka. Selain itu, Irwan Prayitno juga mahir bermain gitar dan drum, serta punya kammpuan menciptakan lagu bernuansa Islami. Selain lagu berjudul Kau Istriku, Prof Irwan Prayitno menciptakan lagu Kau Istriku, Kepada Mu, Anakku Penyejuk Hatiku, Ayahku, Allah Taala, dan Rasul Teladanku.
Jadi, jika S A Sutan Pamenan kagum kepada sosok kepribadian Prof Dr H Irwan Prayitno Psi Msc, ya wajar-wajar saja. Kemudian, jika diajaknya kemenakan dan kaumnya serumpun Suku Djambak untuk mendukung, IP-NA ya wajar-wajar dan sah-sah saja.
Yang hebatnya, S A Sutan Pamenan tak mau pula dunsanaknya membuat pernyataan sikap secara terbuka dengan istilah kebulatan tekad. Yang penting bagi S A Sutan Pamenan, dunsanaknya dukung Prof IP, dengan mencoblos nomor 2 pasangan IP-NA, 9 Desember 2015 mendatang. (Penulis wartawan tabloidbijak.com dan padangpos.com).
