BIJAK ONLINE (SOLOK)-Seorang pengawas proyek dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Solok, Haris Wandi (45), hampir saja menjadi korban, akibab kontraktor pengerjaan jalan di Nagari Pasilihan, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, PT. Arpex meletakan bahan material untuk pengaspalan jalan pada hampir seluruh badan jalan. Sehingga kendaraan yang akan melintas di sana sangat susah, termasuk salah satu korbannya adalah pengawas proyek dari Dinas PU yang terjun masuk jurang bersama motor yang ditungganinya sedalam hampir 10 meter.
Peristiwa tersebut terjadi hari Sabtu (6/12), sekitar jam 12 siang, ketika korban bermaksud hendak pulang dari Sibarambang karena habis melihat pengerjaan jalan di Nagari Tanjung Balit. Namun ketika sampai di depan SD Katialo, badan jalan jadi menyempit karena sedang ada pengerjaan pengaspalan jalan oleh PT. Arpex, dimana bahan agregat klas C mereka tumpuk di seluruh badan jalan, meskipun waktu itu tidak sedang ada pengaspalan.
“Karena seluruh badan jalan ditumpuk bahan material, maka saya mengambil jalan ke kanan, tidak taunya ada lobang di depannya sehingga saya langsung masuk jurang bersama motor saya,” tutur Haris Wandi, kepada Koran Padang. Dia juga menyesalkan pengawasan yang lemah dari PT. Arpek dan tidak adanya rambu-rambu petunjuk tanda bahaya bagi pengendara yang melintas.
Akibat peristiwa itu, korban mengalami luka lebam dan motor yang dikendarainya rusak parah. Untung saja waktu peristiwa itu terjadi, korban ditolong oleh operator gereder PU yang ada di sana. Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Solok, Deni Prihatni, ketika mengetahui peristiwa itu, langsung melihat korban dan memintanya untuk diperikasa ke rumah sakit terdekat. “Kita berharap agar pak Haris tidak mengalami apa-apa dan kita sarankan untuk berobat ke rumah sakit,” tutur Deni Prihatni (wandy)
