BIJAK ONLINE (Kota Pariaman)-Kesenian tradisional Jepang dipentaskan di Pantai Gandoriah Pariaman (2/02/2015) yang berlangsung selama 3 jam menarik perhatian masyarakat Kota Pariaman.

Rombongan tim kesenian Jepang yang berjumlah 25 orang tersebut yang tergabung dalam sanggar Ai Matsuri yang pimpin oleh Husada Ai, yang juga mengikutsertakan investor bonafit dari Jepang dari PT. Kawamura yang bergerak dibidang pengembangan panel tenaga surya.

Pemetasan yang berjudul Kolaborasi Kesenian Tradisional Jepang dan Kota Pariaman dibuka langsung oleh Walikota Pariaman Mukhlis Rahman dihadiri oleh Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Konsulat Jenderal (Konjen) Pemerintah Jepang untuk Indonesia yang berkedudukan di Medan Yuci Amada dan sejumlah Kepala SKPD serta pelajar SMP dan SMA/SMK Kota Pariaman.

Mukhlis Rahman dalam sambutannya menyampaikan, apresiasinya atas  diselenggarakan pagelaran Ai Matsuri ini di Pantai Gandoriah. Katanya, penampilan ini merupakan wujud  dari jalinan kerjasama dan silaturahmi antara Kota Pariaman dan Jepang, karena Kota Pariaman dan Negara Jepang terdapat banyak persamaan yaitu sama-sama orang timur yang kaya dengan kesenian tradisional dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal. 

Kemudian dari sisi geografis, kata Mukhlis,  sama-sama negara kepulauan dangan potensi maritim yang sangat besar. Dengan banyaknya kesamaan tersebut kedepannya jalinan silahturahmi dan kerjasama ini dapat ditingkatkan baik melalui pertukaran kebudayaan dan pemuda maupun kerjasama investasi bahkan tidak mustahil nantinya akan kita jajaki dibentuknya sister city antara Kota Pariaman dan salah satu kota di Jepang”.

“Pariaman yang terletak dipesisir pantai mempunyai potensi besar dibidang kelautan dan pariwisata dengan pantai yang bersih dan landai, selain itu kekayaan alam yang tak kalah menariknya adalah alam bawah laut dengan terumbu karang yang masih alami sangat potensial dikembangkan sebagai spot diving dan snorkeling. 

Pariaman juga kota yang sangat peduli dengan lingkungan, sejak tahun 2009 kita sudah tetapkan kawasan konservasi perairan melindungi hewan langka penyu dan hutan manggrove serta pelestarian terumbu karang. Disini juga terdapat peninggalan sejarah jejak keberadaan jepang yaitu lebih dari seratus bungker pertahanan jepang yang tersebar sepanjang pantai. Ini juga dikembangkan sebagai suatu destinasi wisata bagi wisatawan jepang untuk berkunjung atau melakukan penelitian ” ujar Mukhlis Rahman.

Yuci Amada, Konjen Jepang yang pernah datang ke Pariaman pada waktu rehabilitasi pasca gempa Tahun 2009, merasa terpesona akan keindahan pantai di Pariaman dengan pulau-pulau yang tampak indah dari bibir pantai gandoriah serta keunikan dari tradisi Pariaman yang ditampilkan dalam pagelaran ini. “Kita akan coba lebih meningkatkan kerjasama di segala bidang baik itu teknologi rumah tangga , otomotif, pertanian dan kelautan “ katanya. 

Sementara itu Menager perwakilan perusahaan tenaga surya terbesar di jepang Kobayashi Kawamura, Ken Ketsu yang hadir pada kesempatan itu siap menjembatani kerjasama tekhnologi antara kota pariaman dan jepang.

Husada Ai penari tradisional jepang, merasa tertarik dengan kesenian yang ditampilkan oleh Kota Pariaman yang diwakili oleh sanggar mustika minang duo, sanggar darak badarak dan atraksi pencak silat dari Kecamatan Pariaman Timur. Diakhir pemetasan pengunjung disugguhi kolabarasi kesenian yang harmonis antara dua etnik yang berbeda yaitu perpaduan tabuhan gendang taiso dan gandang tasa diselingi gemericik suara talempong. (amir)

google+

linkedin