Teks foto: Tokoh Nasional, Gamawan Fauzi, memberikan arahan pada Forum Editor 5 Tahun Kepemimpinan R-Desra, bertempat di Ruang Pelangi, Kantor Bupati Solok, Sabtu (4/4)


BIJAK ONLINE (Solok)-Mantan Bupati Solok dan juga mantan Menteri Dalam Negeri era kepemimpinan presiden, Susilo Bambang Yodoyono, Gamawan Fauzi, menghadiri Forum Editor, 5 Tahun kepemimpinan Desra Ediwan-Syamsu Rahim, Sabtu, 4 April 2015.


Acara yang digelar di Ruang Pelangi, kantor Bupati Solok, dihadiri oleh para Pemimpin Redaksi Media Cetak dan Elektronik di Sumbar, Bupati Syamsu Rahim, Wakil Bupati Desra Ediwan, Ketua DPRD, Hardinalis Kobal, Wakil Ketua DPRD, Septrismen dan Yondri Samin, Sekdakab, M. Saleh, para Kepala SKPD, para unsur Muspika dan Muspida, para walinagari fan camat serta undangan lainnya.


Wakil Bupati Solok, H. Desra Ediwan AT, dalam sambutannya menyampaikan bahwa jika kita berbalik pada zaman 5 tahun yang silam, dimana kami dilantik pada tanggal 2 Agustus 2010 oleh gubernur, saat itu adalah awal kami memerintah di Kab. Solok ini. “Di awal kepemimpinan, hal yang pertama kami lakukan adalah sudah tentu menyusun RPJMD sesuai dengan target yang ditetapkan undang-undang No 32 dan bersama-sama dengan DPRD selama 3 bulan, alhamdulillah itu bisa kami lakukan secara bersama-sama. Apa yang telah kami lakukan selama 5 tahun ini, kami coba tuangkan dalam buku yang akan diluncurkan pada hari ini yaitu buku 5 tahun kepemimpinan kami. Tujuan dari buku ini adalah agar dapat melihat sampai sejauh mana yang bisa kami lakukan selama 5 tahun,” tutur Dersra Ediwan.


Dijelaskan Desra, selaku Wakil Bupati, satu hal yang saya lakukan terhadap kepemimpinan Bapak Syamsu Rahim adalah bagaimana kami bisa berjalan bersama-sama didalam menjalankan pemerintahan. Dan alhamdulillah hal itu dapat kami lakukan  dan insyaallah akan sampai pada tanggal 2 Agustus yang akan datang. Dengan sebuah azas komitmen dan kepercayaan yang diberikan dari masyarakat Kab. Solok, hal ini dapat kami lakukan bersama-sama. Kunci agar kami tetap bisa berjalan bersama-sama dalam menjalankan pemerintahan adalah komunikasi yang baik, saya pernah membaca di salah satu media hampir 90% dinegara kita kepala pemerintahan dan wakil pemerintahan banyak yang pecah di tengah jalan. “Tapi Alhamdulillah hal itu tidak terjadi di kab solok fi mana perpecahan antara kepala pemerintahan dan wakil pemerintahan tersebut tidak terjadi sama sekali,” tutur Desra Ediwan.


Sementara Bupati H. Syamsu Rahim, dalam samutannya menyampaikan ucapan terimak kasih pada jurnalis dan editor yang telah menyusun buku 5 tahun kepemimpinan kami ini. “Ucapan terima kasih juga kami sampaikan pada seluruh jajaran aparatur pemerintahan yang telah mendukung kegiatan pemerintahan yang telah kita susun secara bersama-sama. Komitmen kami berdua adalah bagaimana mangelola pemerintahan yang baik melalui komunikasi yang baik,” terang Syamsu Rahim. Dijelaskan Syamsu Rahim, pembangunan Kabupaten Solok tidak hanya mengandalkan infrastruktur yang dibangun, tetapi kelembagaan dinagari yang kita bangun, kebersamaan lah yang menjadi modal kita. Oleh karena itu, kita harus bersatu padu menggali semua potensi, bergotong royong menghidupkan kebersamaan. “Kami juga mengharapkan kritikan, tidak hanya hal-hal positif saja, agar kami dapat mengkoreksi diharapkan  dimasa yang akan datang menjadi lebih baik lagi,” ungkap Syamsu Rahim.


Sementara Gamawan fauzi, dalam arahannya menyampaikan bahwa Pahlawan itu selalu lahir pada zamannya, tidak ada orang yang besar sepanjang zaman dan segala susuatu itu harus ada akhirnya. “Untuk itu marilah kita lihat apakah pak Syamsu Rahim dan Pak Desra Ediwan ini besar pada zamannya, itu bisa dilihat dari RPJM kabupaten Solok 5 tahun yang sudah disepakati dan dirumuskan dalam bentuk PERDA. Konsistensi didalam pembangunan tentunya sangat diperlukan supaya tidak menimbulkan adanya hal-hal yang lebih bergerak maju dan ada hal-hal yang tertinggal,” jelas Gamawan Fauzi.


Dijelaskannya, ada satu hal yang perlu di lihat, arah pembangunan yang akan kita kerjakan 5 tahun kedepan pendekatan apa yang kita lakukan untuk mewujudkan? Dengan pendekatan yang kita rumuskan bersama atau pendekatan yang kita serahkan saja kepada Bupati dan DPRD. “Menurut saya, pendekatan yang baik itu adalah pendekatan yang sesuai dengan nilai-nilai orang Sumatera Barat, sesuai dengan nilai-nilai orang Kab Solok itu sendiri. Pembangunan itu ditentukan oleh setiap orang yang ikut dalam pembangunan itu sendiri. Karena itu kita harapkan mari kita semua memberikan partisipasi dan kontribusi, bagaimana dengan pendekatan sosial budaya ini kita gugah setiap orang dinagari untuk mau berperan mensukseskan pembangunan,” pesan Gamawan (wandy)


google+

linkedin