BIJAK ONLINE (SOLOK)-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Solok, mengaku kecewa dengan Pemerintah Kota Solok, terutama Dinas Pariwisata, yang dinilai tak mampu menjadikan Kota Solok sebagai salah satu tempat finish atau start pada event international Tour De Singkarak (TDS) Tahun 2015. 

“Solok tak menjadi salah satu tempat finis atau start, sangat dipertanyakan, apakah karena gagal loby atau memang tak ada keseriusan pada dinas terkait,” kata Herdiyulis, Minggu (4/10). 

Menurut Herdiyulis,  dengan keinginnan serta kerjasama yang kuat untuk memajukan Kota Solok di tingkat international, harus dibuktikan dengan adanya event International ini. Namun dalam etape TDS tidak ada nama Kota Solok. ”Bagaimana mau jadi kota tujuan atau dikenal dunia, kapan dikenalnya Kota Solok,” lanjut Herduyulis.

Kemudian, kata Herdiyulis,  pada tahun 2014 yang lalu, Kota Solok merasakan makna dibalik TDS dengan dipercaya menjadi garis start dan finish, yang sangat berdampak pada perekonomian masyarakat Kota Solok. "Pokoknya bermulty efek kepada ekonomi masyarakat,” kata politisi ini.

Tapi pada TDS tahun 2015 ini, Kota Solok hanya sebagai jalan perlintas dan masyarakat hanya melihat iring-iringan pembalap dari berbagai negara. "Maalah  program dan kegiatan ada di pemko, , soal fungsi anggaran pelaksanaan dari kegiatan ada di lembaga legislatif dan hanya  tinggal diskusi yang berdasar hukum aja lagi,” kata Herdiyulis.

Sebenarnya, kata Herdiyulis, semuanya diawali oleh perencanaan masing-masing dinas terkait. Soal TDS  berada di Dinas Pariwisata Kota Solok. “Solusinya ada di dinas pariwisata Kota Solok.  Kalau DPRD  tetap dukung apalagi soal anggaran pelaksanaan, TDS  hanya sekedar lewat,  perekonomi terhenti akibat sepeda lewat. Tapi kalau Start atau Finis di Kota Solok insya Allah perekonomian berputar,” ungkapnya.

Dari 19 Kota/Kabupaten yang ada di Sumbar, pada Event Internasional "Tds" hanya kota solok ( diluar Kab.Mentawai ) yang tidak masuk etape dan atau posisi star/finis. Ini merupakan PR besar oleh calon walikota solok nanti. “Artinya dinas terkait tidak punya kemampuan loby di tingkat pusat, tds even internasional, Kalau dprd sangat dukung soal anggaran pendamping bisa dibicarakan dengan lembaga DPRD sebagai fungsi anggaran,” kata Herdiyulis.

Manfaatnya ekonomi meningkat akibat banyaknya yang datang dari daerah pinggir kota, dan official juga menginap di Kota Solok berhimbas ke pajak perhotelan atau penginapan. Dan tak kalah penting dalam promo even nama Kota Solok di cantumkan hingga di kenal oleh internasional bidang persepedaan, sehingga berdampak multy efek pada perekonomian. “Intinya apa yang harus dibenahi di dinas pariwisata, agar TDS selanjutnya Kota Solok bisa menjadi tempat finish, juga kota tujuan adalah mengevaluasi kinerja skpd terkait oleh walikota,”pungkas Herdiyulis.(Wan/Van)

google+

linkedin