BIJAK ONLINE (PADANG)-Calon Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengimbau kepada para pendukungnya untuk tetap patuh pada aturan berlaku tentang Pilkada Serentak 2015. Sebab, sesuai UU Nomor 8 Tahun 2015 dan Peraturan KPU No.7 Tahun 2015, pasangan calon (Paslon) atau partai politik (parpol) pengusung maupun pendukung Paslon dilarang membuat/memasang baliho/spanduk sendiri. Termasuk di posko-posko tim pemenangan atau relawan mereka.
“Aturannya sudah jelas. Jadi, mari kita patuhi aturan tersebut. Kalau kandidat lain melanggar, biar sajalah. Itu urusan KPU dan Panwaslu. Kita tidak boleh ikut-ikutan seperti mereka,” ungkap Irwan Prayitno yang lebih akrab disapa IP ketika berbincang-bincang dengan Metro Andalas di gedung Adzkia Sumbar, Jalan Taratak Paneh, Kelurahan Kalumbuk Kecamatan Kuranji Padang, Selasa (13/10) lalu.
IP yang pada Pilkada Gubernur Sumbar berpasangan dengan Nasrul Abit (NA) mengakui, selama ini banyak para relawan dan simpatisannya yang meminta atribut kampanye kepada pihaknya. Namun, setelah dijelaskan tentang peraturan KPU yang baru terkait Pilkada Serentak 2015 ini, barulah mereka paham.
Menurutnya, tugas mensosialisasikan peraturan KPU itu harusnya menjadi tanggungjawab semua lapisan masyarakat, termasuk Paslon Pilkada dan Parpol pendukungnya. Sebab, masyarakat awam sebagian besar masih beranggapan sistem Pilkada saat ini sama dengan sistem Pilkada sebelumnya.
“Banyak yang datang dan bertanya kepada saya, kenapa atribut IP-NA sangat minim sekali terpasang di tengah-tengah masyarakat? Lalu saya jawab, aturan KPU yang tidak membolehkan kita memasang atribut sesuka hati seperti dulu lagi. Kalau kandidat lain melanggar, biar saja. KPU dan Panwaslu pasti sudah memantau mereka,” tutur putra Taratak Paneh Kelurahan Kalumbuk Kecamatan Kuranji tersebut menjelaskan.
Dia pun mengingatkan, dalam menghadapi pesta demokrasi Pilkada Serentak ini, hendaknya disikapi secara arif dan bijaksana oleh semua pihak. Tidak perlu ada gontok-gontokan atau saling hujat dan fitnah antar pendukung Paslon. Silaturrahmi harus tetap dijaga karena Pilkada ini sifatnya cuma sesaat.
“Rugikan kalau kita harus bermusuhan gara-gara beda pilihan? Makanya, mari kita sikapi Pilkada Serentak ini dengan arif dan bijaksana. Sebab, yang akan menjadi pemimpin itu sudah ditetapkan oleh Allah SWT, kita cuma tinggal menjalani saja,” tukasnya menambahkan.
Hal senada juga disampaikan Sekretaris Relawan IP-NA, Syaiful SH, M.Hum yang ditemui di Posko BOM (Bara Online Media), kawasan GOR H Agus Salim Padang.
Dikatakannya, akibat peraturan baru KPU tersebut, tim relawan pun terpaksa colling down dan tidak mau jor-joran mencetak berbagai atribut kampanye IP-NA sesuai yang dibolehkan KPU.
“Kita taat aturan. Jadi, wajar baliho, spanduk atau pun poster milik IP-NA sangat minim terlihat di tengah-tengah masyarakat. Tapi kami yakin, tanpa semua itu pilihan masyarakat akan tetap tak terpengaruh. Karena masyarakat sekarang sudah cerdas dalam menyikapi politik,” ucap Syaiful optimis. (noa)
