Suasana pertemuan masyarakat Saning Bakar dengan Pj Bupati Solok Devi Kurnia, Kapolresta Solok, AKBP Tommy Bambang Irawan, para Kepala SKPD di Kabupaten Solok dan masayarakat yang bersengketa, bertempat di Ruang Pelangi Kantor Bupati Solok.


BIJAK ONLINE (SOLOK)-Penjabat Bupati Solok, Devi Kurnia, SH, MM, hari Selasa (13/10), menggelar pertemuan dengan masyarakat Saning Bakar dan sekitarnya, terkait kisruh masalah tambang Galian C di daerah Junjung Sirih, Kabupaten Solok.

Pertemuan atau mediasi digelar bertempat di Ruang Pelangi, Kantor Bupati Solok dan dihadiri oleh Kapolres Solok Kota, AKBP Tommy Bambang Irawan, Kepala Dinas Pertambangan, Indra Merdi, Kepala Dinas PU, Fathol Bahri, Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo, Dedi Permana, Kasat Pol PP, Raflis, Camat Junjung Sirih, Herman, Camat X Koto Singkarak, Irwan Efendi, Wali Nagri Junjung Sirih, Walinagari Muaro Pingai, Walinagari Saning Baka dan para pelaku usaha pemegang izin tambang galian C di Kecamatan Junjung Sirih.

Pj Bupati Solok, Devi Kurnia, dalam arahannya menyampaikan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk mencari solusi dimana diharapkan dengan pertemuan tersebut bisa dicapai kesepakatan tanpa ada pihak yang dirugikan. “Saya berharap, dengan adanya pertemuan ini, akan ada jalan keluarnya sehingga masalah Galian C di Junjung sirih itu tidak berlarut-larut,” tutur Devi Kurnia. Meski pertemuan itu adalah yang ketiga kali, Devi Kurnia berharap tidak ada lagi ketegangan-ketegangan yang akan dapat merugikan semua pihak.

 “Mari kita secara bersama-sama mecari solusi yang baik dalam menyelesaikan permasalahan ini tanpa merugikan pihak yang bersengketa. Semua permasalahan ini akan dapat kita selesaikan secara musyawarah dan mufakat dan kita harus tunduk pada aturan dan kesepakatan yang kita buat bersama,” harap Devi Kurnia.

Dijelaskan Devi Kurnia, awal permasalahan timbul tentu karena adanya dua kepentingan yang berbeda antara masyarakat dengan pengusaha tambang. “Semua yang hadir di sini, mudah-mudahan memahami apa yang kita putuskan agar masalah ini tidak berlarut-larut,” pungkas Devi Kurnia (wandy)

google+

linkedin