BIJAK ONLINE (Kota Pariaman)—Pasar pagi Terminal Jati Kota Pariaman, masih sepi pembeli. Pedagang sayur yang dipindahkan dari pasar pagi pusat Kota Pariaman, terhitung sejak Senin (2/2/2015), mengaku omset penjualannya sangat drastis penurunannya, apabila dibandingkan berjualan di Pasar pagi pusat Kota Pariaman dengan Pasar pagi Terminal Jati Kota Pariaman.
Beberapa pedagang ketika diwawancarai tentang penjualannya, sejak 2 hari berjualan di Pasar pagi Terminal Jati Kota Pariaman, seperti Tito, (25)tahun, laki-laki yang berjaualan bawang ini, ketika diminta komentarnya, Selasa (3/2/2015) katanya, omset penjualannya jauh menurun, bisanya, berjualan di Pasar pagi pusat Kota Pariaman, pukul 8.00 Wib, sudah ada omset penjualannya Rp. 300 ribu rupiah.
“Sekarang udah hampir pukul 9.00 Wib, omset penjualannya belum sampai Rp. 100 ribu rupiah”, tuturnya.
Ungkapan senada juga disampaikan pedagang buah-buahan, seperti papaya, biasanya sudah terjual 100 kg, ternyata sekarang, belum ada jual beli sama sekali. Lain pula pengakuan Lendrawati (45) tahun, kalau soal pembeli sudah mulai mau berbelanja di Pasar pagi Terminal Jati Kota Pariaman ini.
“Tetapi yang namanya baru, memang belum seramai dengan di pasar pagi pusat Kota Pariaman”, ungkap perempuan paro baya yang mengaku datang dari Simpang Limun Kabupaten Padang Pariaman ini.
Salah seorang pembeli Suarni (60) tahun yang mengaku datang dari Desa Kampung Baru, mengatakan, enak berbelanja di Pasar pagi Terminal Jati Kota Pariaman, sayuran terletak pada tempat yang bersih, terhindar dari tempat yang becek.
Kabid Koperasi dan Perdagangan Kota Pariaman, Alyendra, yang ditanya secara terpisah mengatakan, transaksi jual beli pedagang sampai pukul 10.00 Wib, setelah itu, baik pedagang atau pun pembeli tidak ada lagi, mereka udah kembali pada tempat masing-masing.
Wali Kota Pariaman, Drs. Mukhlis Rahman, MM, di dalam pengarahannya kepada masyarakat Kota Pariaman, tujuan dari pemindahan pasar pagi ini, supaya pusat Kota Pariaman terlihat bersih dan rapi, disamping itu pasar pagi Terminal Jati Kota Pariaman, juga bisa ramai diknjungi.
Kini salah satu cara yang dilakukan Pemko Pariaman, setiap PNS diwajibkan berbelanja sayuran di Pasar pagi Terminal Jati setiap hari minimal Rp. 20 ribu rupiah. “Muda-mudahan jurus ini bisa berjalan dengan lancar”, tutur Alyendra, menimpali. (amir)
