SEBAGAI hamba Allah, tak ada manusia ini yang sempurna dan so pasti ada kelemahan dan kekurangan, kecuali Nabi Muhammad yang mendapat perlindungan langsung dari penguasa langit dan bumi ini.
Jadi kalau ada orang atau masyarakat yang menuduh atau mengatakan Prof Dr H Irwan Prayitno Psi Msc, tidak orang Minang atau anak Nagari Taratak Paneh Kecamatan Kuranji Kota Padang merupakan hal yang wajar dan sah-sah saja. Kenapa? Karena dari namanya saja Irwan Prayitno yang lebih identik dikatakan orang Jawa, ditambah lagi Irwan Prayitno yang juga lahir di Yogyakarta.
Begitu juga dengan vokal suara dan dialeg bicara Irwan Prayitno yang tak menunjukan dirinya sebagai orang Minang, karena tak berirama bahasa anak Nagari Taratak Paneh Kecamatan Kuranji Kota Padang.
Saat berkunjung ke Posko Bara Online Media (BOM), Sabtu 10 Oktober 2015, Irwan Prayitno mengakui, kalau dialegnya dalam berbicara, tak sama dengan Khalil Chaniago yang medog betul dengan bahasa anak Nagari Kuranji. Bahkan, Irwan Prayitno mengatakan, kalau Khalil Chaniago manusia aneh yang gaya bertutur katanya, ketahuan kalau si Khalil anak Nagari Kuranji dan sangat berbeda dengan dirinya.
Suatu hari ada hal yang mengagetkannya, karena di suatu tempat rumah makan bersama wartawan Bentengsumbar.com, Zamri Yahya, datang salah seorang masyarakat yang langsung menghampirinya dan langsung pula bertanya, tentang kampung haamannya.
Waktu itu, warga masyarakat itu bertanya, apakah benar dirinya orang Minang. Lantas saat itu, Prof Irwan Prayitno tak menjawab langsung pertanyaan warga tersebut. Bahkan, Prof Irwan Prayitno menyuruh yang bertanya kepadanya, untuk mempertanyakan kepada pemilik rumah makan yang kebetulan salah seorang ponaannya dari Suku Tanjung.
Kemudian, masyarakat yang bertanya, setelah mendapatkan jawaban dari pemilik rumah makan, langsung lagi mengucapkan, kalau dirinya maju sebagai calon Gubernur Sumbar, akan didukungnya dan selanjutnya mengucapkan kata-kata Lanjutkan.
Selanjutnya Prof Irwan Prayitno menceritakan juga pengalamannya saat diwawancarai salah satu stasiun televisi yang juga mempertanyakan, asal usul kampung halamannya. Waktu itu, kata Prof Irwan Prayitno, orang tuanya yang pernah juga diwawancarai televisi yang menceritakan kenapa memberi namanya dengan Irwan Prayitno.
Bagi masyarakat Jawa, tujuannya memberikan nama anaknya dengan nama Prayitno, agar anaknya diharapkan memiliki sifat yang penuh kewaspadaan. Sebab, Prayitno memiliki arti, waspada, hati-hati, penuh perhitungan, mengenali kondisi yang ada disekitarnya dan bertindak dengan matang. Wawasan yang luas dan kerendahan hati adalah partner yang paling tepat untuk menemani sifat prayitno. Bahkan ada juga yang menilai arti kata Prayitno sifat bijaksana.
Selanjutnya, orang tua Irwan Prayitno berkeinginan anaknya menjadi PNS, sehingga dengan memakai nama Prayitno bisa dianggap orang Jawa yang merupakan etnis mayoritas di republik Indonesia.
Jadi bagi Prof Irwan Prayitno, nama yang diberikan orangtuanya sangat disyukurinya, karena dengan nama Irwan Prayitno dirinya, selain berhasil menjadi anggota DPR RI tiga periode, juga berhasil menyelesaikan pendidikan S3, menjadi Gubenur Sumatera Barat periode 2010-2015. (Penulis adalah wartawan Tabloid Bijak dan Padangpos.com)
