SEPAK TERJANG, Prof Dr H Irwan Prayitno di kancah politik nasional sudah boleh dikatakan teruji dan terpuji, karena mendapat amanah dari masyarakat pemilihnya menjadi anggota DPR RI selama tiga periode. Kenapa teruji dan terpuji? Karena Prof Irwan Prayitno di DPR RI dipercaya sebagai Ketua Komisi VIII yang ikut membidangi kemeterian ESDM. Bahkan Prof Irwan Prayitno termasuk anggota dewan yang terhormat menggodok UU Pendidikan tentang profesi guru dan dosen.
Sebagai salah seorang anak Nagari Ranah Minang, ternyata cara berpolitik Prof Irwan Prayitno santun dan juga tak mau neko-neko dalam mengambil kebijakan, sehingga dirinya dimata rekan-rekan sesama anggota dewan yang terhormat , sosok yang lugu dan tampil apa adanya.
Ternyata dari sikap dan kepiawaiannya berdialog politk, membuat Soesilo Bambang Yudhoyono atau SBY, senang tertarik dan sekaligus mengajak Prof Irwan Prayitno masuk dalam kabinetnya. Bahkan, bukan hanya SBY saja yang senang dan tertarik, ternyata M Yusuf Kalla yang populer dengan panggilan JK juga simpatik dan tertarik, serta mengajak pula Prof Irwan Prayitno masuk jajaran kabinek SBY-JK.
Menurut pengakuan Prof Irwan Prayitno yang merupakan anak Nagari Taratak Paneh Kuranji Kota Padang ini, dirinya berkali-kali ditelepon, baik oleh SBY maupun JK. Bahkan, mantan Walikota Padang, Syahrul Ujud SH pun ikut mendorongnya, agar dirinya mau atau bersedia menjadi Menteri ESDM. Alasan Syahrul Ujud waktu itu, agar bertambah anak Ranah Minang jadi menteri.
Yang menarik dari pengakuan Prof Irwan Prayitno, saat akan ada pengumunan nama-nama menteri, rumahnya sudah banyak dikunjungi wartawan. Saat itu, kata Prof Irwan Prayitno, dirinya juga bingung, soalnya dirinya sudah memberikan jawaban kepada SBY dan JK, kalau tak ingin atau bersedia menjadi menteri. Akhirnya, kata Prof Irwan, ditelponya kembali SBY dan JK dan sekaligus menyampaikan permintaan maaf atas penolakannya menjadi menteri ESDM.
Waktu itu, kata Prof Irwan lagi, dirinya beralasan dengan SBY dan JK, kalau dirinya ingin meneruskan kiprahnya di DPR RI dan kemudian ingin mencalonkan diri sebagai salah seorang Gubernur di Sumatera Barat.
Ternyata, keingiannya untuk menjadi Gubernur Sumatera Barat, periode 2015-2010 gagal dan akhirnya benar-benar meneruskan kiprahnya di DPR RI.
Tapi anehnya, kata Prof Irwan Prayitno, pada periode 2010-2015, dirinya sudah tak berminat lagi mencalonkan diri sebagai salah salah seorang calon Gubernur Sumbar. Tapi apa yang terjadi, calon yang sebelumnya diusung PKS, akhirnya tak mendapatkan dukungan dan partai menugaskannya maju di Pilgub 2010-2015 tersebut. Rupanya Allah merestuinya untuk menjadi Gubernur Sumbar.
Jadi kini, kata Prof Irwan Prayitno lagi, masalah jabatan gubernur, semuanya sudah tercatat di luh mahfuz dan dirinya sangat mempercayai ketentuan berupa takdir dari Allah tersebut. Tugas kita sebagai hamba Allah hanya berusaha dan berjuang dengan niat hati yang tulus dan ikhlas, serta dibarengi juga dengan niat beribadah. (Penulis wartawan Tabloid Bijak dan Padangpos.com)
