Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Septrismen dan salah seorang petani cengkeh asal nagari Saning Bakar, Mak Magek
BIJAK ONLINE (SOLOK)-Dinas Pertanian Kabupaten Solok, diminta untuk menyediakan bibit cengkeh unggul untuk Kabupaten Solok, karena selama ini banyak bibit cengkeh yang dibeli oleh masyarakat suka ‘mati gadih’.
Harapan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Septrismen Sutan Putih, saat melakukan dialog dengan masyarakat petani cengkeh di Aia Angek, nagari Saning Bakar, kecamatan X Koto Singkarak, Minggu (11/10). “Setelah melakukan dialog dengan masyarakat, ternyata saya ketahui bahwa ternyata cengkeh sangat cocok dikembangkan di Saninng Bakar dan Kabupaten Solok, namun selama ini bibit cengkeh kurang bagus, karena rata-rata setelah pohon cengkeh berbauh satu atau dua kali, langsung mati muda alias mati gadih,” tutur Septrismen.
Untuk itu, Septrismen akan melakukan pembicaraan dengan Dinas Pertanian, agar bisa menyediakan bibit cengkeh unggul dan tahan terhadap hama penyakit, agar para petani tidak selalu merugi. “Dari saya kecil, saya lihat di Kabupaten Solok sangat cocok tanaman cengkeh. Apa salahnya tanaman ini kita kembangkan kembali, meski saat ini juga banyak petani yang menanm cengkeh, tetapi bibitnya banyak yang kurang bagus. Kalau bisa Dinas Pertanian Kabupaten Solok bisa mencarikan solusi agar menyediakan bibit cengkeh unggul,” harap Septrismen.
Hal yang sama juga disampaikan salah seorang petani cengkeh di Aia Angek Saning Bakar, Mak Magek (60). Menuruttnya, meski dirinya tidak pernah kapok menanam cengkeh karena rata-rata usia cengkeh yang berusia lima atau 10 tahun, akan mati dan penyakitnya tidak diketahui sampai sekarang. “Harusnya Dinas Pertanian menyediakan obat atau suntikan agar pohon cengkeh yang sedang tumbuh subur tidak cepat mati,” tutur Mak Mangek, ketika menyampaikan keluhannya kepada Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Septrismen Sutan Putih (wandy)
