BIJAK ONLINE (PADANG)- Anggota Komisi II DPRD kota Padang melakukan kunjungan mendadak ke Proyek Pembangunan Pasar Raya inpres II di Jalan Sandang Pangan, Kamis 1 Oktober 2015.
"Sangat ironis, pembangunan gedung Pasar Iinpres II yang di kerjakan PT IDEE MURNI PRATAMA, yang volumnya baru rampung 20 persen," kata Ketua Komisi II, DPRD Kota Padang, Elvi Amri.
Menurut Elvi Amri, anggota dewan Komisi II DPRD Padang Bidang Ekonomi dan Keuangan memang sengaja melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan pasca Gempa 30 September 2009 lalu, karena para pedagang hingga kini masih menempati kios penampungan. ‘’Kami dari komisi II akan terus mendorong pembangunan ini dan termasuk mengawasi bersama para pedagang, sehingga pada 2015 ini target penyelesaian pembangunan gedung pasar Inpresi II itu benar-benar terbukti," tegas kader Hanura ini.
Kemudian, kata Elvi Amri, DPRD Padang telah menyepakati untuk proses pembangunan gedung itu telah digelontorkan dananya sebesar Rp 27 miliar. Oleh karena itu sangat diharapkan pembangunan benar-benar real dan tidak menghambur-hamburkan uang rakyat.
"Kasihan kita melihat para pedagang korban gempa itu, karena telah 3,5 tahun menempati kios penampungan sementara," jelas Elvi didampingi sejumlah anggota Komisi II DPRD Kota Padang lainnya.
Sementara salah satu pengurus Pedagang Inpres II Pasar Raya Nasrul mendesak Pemko Padang dalam hal ini Disperindagtamben dan Dinas Pasar untuk segera menuntaskan pembangunan gedung pasar. "Saya heran sudah 6 tahun berlalu gedung Pasar Inpres II belum juga kelar atau selesai," katanya.
Menurut Nasrul, pada tanggal 20 Mei 2015 lalu, Walikota Padang Mahyeldi telah menyampaikan kepada pedagang bahwa pembangunan akan tetap berjalan sesuai dengan kesepakatan, kontraktor telah ada, demikian konsultannya.’’Tapi kenapa proses pembangunannya mandek, ‘’ jelasnya.
Kemudian Nasrul membeberkan keterlambatan pembangunan pekerjaan pasar Raya Inpres II dikarenakan para pekerja telah sepekan tidak bekerja. ‘’Ketika saya tanya pe pekerja mereka mengatakan kalau mereka belum menerima gaji," tambahnya.
Rafles Kontraktor PT. Idee Murni Pratama yang menangani kegiatan pembangunan pasar inpres mengaku optimis tahun 2015 selesai. " Saya meyakinkan pada tanggal 31 Desember 2015 semua pengerjaan bangunan selesai, dan pedagang dapat menempati gedung pada awal tahun 2016 mendatang," katanya di pasar, di lokasi pembangunan bersumber dari dana belanja modal pengadaan konstruksi (APBD Kota Padang-red).
Dalam pembangunan pasar Inpres II ini Rafles mengaku baru mencapai 20 persen. Persentase tersebut tampak dari lantai gedung dan dinding masih kasar, sementara tempat kios belum merata terselesaikan. Akan tetapi kami sebagai kontraktor menjamin akhir bulan Desember mendatang tahun ini semuanya akan rampung.
Sementara itu Kordinator Komisi II DPRD kota Padang Wahyu Iramana Putra mengaku DPRD akan mendukung sepenuhnya pembangunan pasar inpres II, III dan IV untuk segera diselesaikan. Bahkan dalam APBD 2016 mendatang bakal dianggarkan dana mencapai Rp 80 miliar untuk percepatan pembangunan itu. Selain itu, dia juga menyayangkan kesepakatan yang dibuat Pemko dengan kontraktor soal pembayaran dana pembangunan Inpres II.
"Harusnya dalam setiap proyek ada pencairan dana sebesar 30 persen kepada kontraktor. Tapi ada kesepakatan kedua pihak yang menyatakan pembayaran uang muka itu tak ada, sehingga kini pekerjaan jadi terganggu. Kita khawatir ini menjadi persoalan hukum oula dikemidian hari," ujarnya.
Wahyu pun menyebutkan, DPRD akan mendukung penuh dan mendorong percepatan pembangunan pasar itu sampai tahun 2016 mendatang. "Hal itu juga sesuai dengan visi misi walikota yang mengatakan akan menyelesaikan pasar dan terminal dalam jangka waktu dua tahun, yang artinya tahun 2016 mendatang," kata Wakil Ketua DPRD kota Padang ini.
Kepala Dinas Pasar Kota Padang Endrizal, optimis Pembangunan Inpres II klear pada akhir tahun 2015. Menurutnya, keoptimisan kita akan terlaksana jika para pedagang dan elemen masyarakat lainnya bersama- sama mengawasi pembangunan pasar inpres II ini.
Nah, jika pembangunan pasar inpres II ini rampung Endrizal beserta jajaran di Dinas Pasar akan mendorong pedagang untuk bisa menempatinya. ( yos )
