BIJAK ONLINE-DAERAH Sumatera Barat sangat kaya dengan Sumber Daya Alamnya, begitu banyak tempat-tempat wisata yang mempunyai nilai dan daya tarik yang sangat menarik oleh wisatawan baik dalam dan luar negeri, mulai dari Danau Singkarak di Kabupaten Solok, Danau Maninjau di Kabupaten Agam, Lembah Arau di Payakumbuh, Istana Basa Pagaruyung di Batusangkar, Pantai Air Manis di Padang.
Kemudian, Wisata Kandi di Sawahlunto, Nagari Seribu Rumah Gadang di Solok Selatan, Kelok Sambilan di Kabupaten Lima Puluhkota, Pantai Carocok dan Bukit Langkisau di Pesisir Selatan serta Jam Gadang di Bukittinggi, dan masih banyak lagi yang semua tersebar di seluruh kabupaten /kota se-Sumatera Barat, serta masing-masing daerah juga mempunyai kuliner-kuliner yang sangat enak dan enak sekali.
Selain tempat wisata dan potensi SDA (Sumber Daya Alam) nya yang begitu bagus, Sumatera Barat juga banyak melahirkan tokoh-tokoh bangsa yang sangat berpengaruh di republik ini, mulai dari Bung Hatta Bapak Proklamator kita yang lahir dan besar di Bukittingi yang banyak belajar tentang Budaya Alam Minang kabau, belajar di surau sebagai bekal memimpin bangsa, serta Sutan Syahrir, M.Natsir, M.Yamin, Buya Hamka, Haji Agus Salim, Tuanku Imam Bonjol, Tan Malaka, bahkan Presiden pertama singapura merupakan orang minang kabau, Djamin dt.Bagindo yang merupakan Walikota Bukittinggi yang ketiga menjadi Gubernur Pertama Provinsi Jambi, Imam Masjid Al Azhar Mesir Syech Ahmad Khatib Al-Minang Kabauwi juga putra Minang yang jadi Imam Masjid di Kairo Mesir. Begitu banyak tokoh-tokoh Minang yang sangat berpengaruh baik ditingkat nasional maupun didunia internasional.
Dari sekian banyak daerah di Sumatera Barat, yang sangat mencolok dan sering jadi perhatian banyak orang yang berwisata ke Sumatera Barat adalah Kota Bukittinggi. Kota yang berhawa sejuk ini lebih identik dengan icon Jam Gadang, yang merupakan hadiah ratu Belanda ini menjalani tiga zaman yang dilalui mulai dari masa penjajahan Jepang, ini ditandakan dengan puncak jam gadangnya mirip rumah di Jepang, zaman penjajahan Belanda, ini ditandakan dengan puncak jam gadangnya mirip rumah di belanda, sampai zaman sudah merdeka yang sekarang atap jam gadangnya menyerupai Rumah Gadang dengan atap Bagonjongnya. Ini merupakan saksi sejarah kota Bukitiinggi dari masa ke masa.
Bukitttingi juga pernah sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia sewaktu PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia) dibawah pimpinan Presiden PDRI Mr. Syafruddin Prawiranegara yang waktu itu mendapat mandat dari presiden Soekarno yang ditawan Belanda pada Agresi Militer Belanda II tahun 1948 di Jogyakarta. Bahkan Gedung Tri arga yang sekarang namanya Istana Bung Hattta di Bukittingggi itu pernah sebagai tempat rapat menyusun Kabinet PDRI pada saat itu. Ini dibuktikan dengan banyaknya dokumentasi-dokumentasi dan literature-literatur sejarah dari para pelaku sejarah.
Selain sebagai Kota Perjuangan Bukittinggi juga layak mendapatkan istilah Kota Perdagangan, karena disini juga Pusat tempat bertransaksi jual beli dalam skop yang banyak seperti kawasan aua kuniang, yang merupakan kawasan tanah abangnya sumatera barat, karena saking ramai nya kawasan ini makanya telah dibuat Jembatan dan jalan Layang dikawasan aua ini, yang merupakan dana dari APBN yang menambah daya tarik kota Bukittinggi.
Dari segi refresing pun dan memperingati tahun baru kemaren begitu rame di Bukittinggi bagaikan lautan manusia yang menikmati Indahnya tahun baru dijam gadang, semua kendaraan dari berbagai penjuru terpusat di kota ini, ini artinya rakyat sangat nyaman dan betah dikota yang berhawa sejuk ini.
Berdasarkan hal tersebutlah salah satu kota di Provinsi Sumatera Barat ini baik dari segi sejarah perjuangan bangsa, wisata dan perdagangan Kota Bukittinggi mempunyai peran yang sangat stategis, apalagi daerah ini masih kental adat dan budayanya. Maka sangatlah pantas kalau Provinsi Sumatera Barat diganti namanya menjadi DIM (Daerah Istimewa Minangkabau). Penulis Wakil Ketua DPD KNPI SUMBAR Bidang Pariwisata, Seni, Budaya dan Ekonomi Kreatif)
