BIJAK ONLINE (Kota Pariaman)—Wali Kota Pariaman, Mukhlis Rahman, akan menjadikan Festival Pesisir Pariaman, sebagai kalender tetap tahunan pariwisata. Namanya akan diubah dari festival pesisir jadi festival gandoriah atau festival angsoduo agar identik.
Hal itu diungkapkan Mukhlis Rahman, pada acara penutupan Festival Pesisir Pariaman, Minggu (31/5/2015) di Pantai Gandoriah.
Mukhlis menghimbau,masyarakat agar bersikap sebagai pelaku wisata yang baik. Jangan kecewakan pengunjung dengan menjual makanan tidak sesuai pada tempatnya atau dengan istilah lainnya “main pakuak” .
“Buang jauh-jauh ilmu ajimumpung dalam berjualan atau main pakuak, agar pengunjung tidak kecewa dan memblack campaigne Pariaman yang implikasinya citra buruk bagi daerah kita," kata Mukhlis menghimbau kesadaran masyarakat.
Pada saat yang sama juga digelar lomba memasak sala bulek sekaligus mencatatkan rekor dunia di Musium Rekor Indonesia (MURI). 200 peserta se Kota Pariaman ambil bagian dalam lomba yang memperebutkan total hadiah Rp20 juta.
Dari catatan MURI 40.000 lebih sala bulek yang dimasak peserta pada lomba itu merupakan sala bulek terbanyak yang pernah dimasak di dunia. Untuk itu, kata Yusuf Ngadri, Senior Manager MURI, Kota Pariaman masuk kedalam museum rekor MURI 2015.
Mukhlis mengatakan, sala lauak atau sala bulek merupakan makanan khas Pariaman dan harus di boomingkan dengan menggelar festival masak sala bulek agar lebih dikenal kalangan luas bahkan hingga ke mancanegara.
Dikatakan Mukhlis, dari 10 lomba yang diadakan pada Festival Pesisir, bertujuan untuk melestarikan seni kebudayaan, kuliner, agar Pariaman selalu ramai dikunjungi wisatawan.
"Ini adalah pesta rakyat. Untuk itu saya harapkan kepada seluruh masyarakat Pariaman agar mendukung program pariwisata yang sedang gencarnya digalakkan. Kita hanya punya alam yang indah. Hanya pariwisata satu-satunya yang bisa memajukan kota kita. (amir)
