GONG kompetisi antar bakal calon Bupati Pesisir Selatan, yang akan digelar Desember 2015, memang belum ditabuh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Pesisir Selatan. Tapi sorai sorai dan gebyar dari masing-masing kandidat yang akan "bertempur" memperebutkan simpatisan masyarakat pemilih sudah dimulai sejak awal tahun lalu.
Kalau dulu "perangnya" masih bersifat berbisik-bisik dan tapi sejak tiga bulan lalu telah sudah mulai terbuka dengan fakta terlihatnya berbagai baliho berukuran besar dan spanduk dengan berbagai kata dan bahasa politik.
Dari sekian banyak bakal calon yang akan maju maadu peruntungan, maka mantan Wakil Bupati Pesisir Selatan, Drs H Syafrizal Ucok yang kini masih menjabat sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Sumatera Barat, termasuk salah satu yang akan maju dengan niat dan tekad membangun tanah leluhurnya.
Jika dilihat dan ditelusuri dari rekam jejak, serta sepak terjangnya di birokrasi, tanpa melecehkan dan merendahkan calon yang lain, Syafrizal Ucok punya segudang pengalaman dan kemampuan di kepemerintahan. Bahkan sampai sekarang, prestasi Syafrizal Ucok masih tagak tali dengan dipercaya Gubernur Sumatera Barat menjadi Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Sumatera Barat, yang sebelumnya menjadi Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Sumatera Barat.
Sedangkan pengalamannya di Kabupaten Pesisir Selatan, dawalinya dengan menjadi Kepala Kantor Pendapatan Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, 2001-2005 dan Kepala DInas Pendapatan Daerah Pesisir Selatan, 2000-2001. Selanjutnya, Syafrizal Ucok menjadi Wakil Bupati Pesisir Selatan.
Sementara pengalaman kursus pelatihan, mengikuti Diklat Manajemen Pemerintahan Bagi Para Kabag Tata Praja DATI I dan Dati II Percontohan Jakarta, 2003 dan Diklat Penyidik Pajak Daerah di Jakarta 2003. Selanjutnya mengikuti LEMHANAS 2010.
Sebelumnya, Syafrizal Ucok tidak berminat lagi maju pada Pilkada Pesisir Selatan periode 2015-2020 ini. Tapi, karena kuatnya desakan dari berbagai elemen masyarakat, akhirnya Ketua KAN Painan ini membulatkan tekad untuk maju membangun kampuang halaman. Soalnya dari sisi karier PNS, Syafrizal Ucok masih muda karena kelahiran 1962 dan masih punya karier dan prestasi di Provinsi Sumatera Barat sekitar 7 tahun lagi.
Konsekwensi dari tekadnya untuk maju sebagai salah seorang kandidat memperebutkan kursi Bupati Pessel, Syafrizal Ucok harus mengundurkan diri sebagai PNS abdi negara dan masyarakat. Tampaknya, Syafrizal Ucok telah siap mengundurkan diri demi kampung halamannya.
Selain dorongan masyarakat, keinginannya agar Renah Indojati di mekarkan dari Kabupaten Induk Pesisir Selatan, sudah merupakan programnya lima tahun lalu, saat maju sebagai salah seorang kandidat. Bahkan masalah pemekaran sudah menjadi galehnyo saat kampanye.
Kemudian, upayanya untuk memekarkan Kabupaten Renah Indojati itu masih diupayakannya saat menjadi Kepala Biro Pemerintahan dan bekerjasama dengan Ketua Tim Percepatan Pemekaran Renah Indojati, Raswin SH yang punya latar belakang seorang lawyer atau pengacara.
Tapi upayanya terhambat di DPR RI yang saat akan melakukan paripurnan, disibukan dengan persoalan pilpres, sehingga masalah pemekaran yang sebetulnya sudah hamil tua dan tunggu ketuk palu, mengendap di DPR RI.
Bagi masyarakat Pesisir Selatan yang pro pemekaran, pilihan yang tepat itu adalah pasangan Syafrizal Ucok dan Raswin, sebagaimana yang dikomentari, Syafruddin Tasar alias Acong. (Baca juga berita Acong: Editiawarman dan Bakri Sudah Dari Dulu Tak Peduli Pemekaran Renah Indojati) (Penulis wartawan Tabloid Bijak dan Padangpos.com)
