BIJAK ONLINE (Padang)-DR Akmal Bagindo Basa SH Msi mengatakan, suatu kerugian bagi Provisnsi Sumatera Barat, jika tidak memanfaatkan peluang untuk menjadi Daerah Istimewa Minangkabau.

"Seluruh elemen masyarakat Sumatera Barat harus memanfaatkab peluang,  seperti Aceh, Yogyakarta dan Papua menjadi daerah istimewa," kata Dr Akmal Bagindo Basa SH Msi dihadapan sekitar 500 ketua KAN se-Sumatera Barat, yang menghadiri acara yang di gelar Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Sumbar, di Hotel Bumi Minang, Rabu, 10 Juni 2015.

Dr Akmal Bagindo Basa, SH Msi  dan Arkadius Datuk Intan Bano anggota DPRD Sumbar jadi pemateri dalam kegiatan yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Sumatera Barat. 

BPM Sumbar sengaja  melaksanakan rapat koordinasi dalam fasilitas pemberdayaan masyarakat dalam tata kelola Desa berbasis Adat dan Budaya Se Sumatera Barat. 

Acara pembukaan dilakukan oleh kepala BPM Sumbar, Syafrizal Ucok mewakili Gubernur Sumbar, yang lagi punya ada pertemuan dengan BPK RI. "Tetapi pak gubernur bejanji akan hadir," kata kandidat Calob Bupati Pessel yang berpasangan dengan Raswin.

Sementara  Arkadius  datuk Intan Bano menyebutkan, saat ini DPRD Sumbar sedang  merancang Ranperda tentang pemerintahan nagari untuk memperkuat regulasi  adat dan budaya di Sumbar. "Saat ini jumlah nagari di Sumbar 880 Nagari," katanya. (Chan)

google+

linkedin