BIJAK ONLINE (Padang  Pariaman)—Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM-KP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Dr. Ir. Rina, M.Si, mengatakan, pengembangan di bidang pendidikan kelautan dan perikanan ini, terus ditingkatkan di berbagai daerah,  termasuk di Padang Pariaman. 

Hal itu diungkapkan  Rina, dalam menjawab pertanyaan wartawan anda, disela-sela acara wisuda Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Padang Pariaman, Rabu (10/6/2015), didampingi Asisten III Setda Padang Pariaman, Hj. Nety Warni, SE, MM. 

Dikatakan, pembangunan Poli Teknik (Poltek) Perikanan ini membutuhkan lahan, minimal sepuluh hektar,  pendirian Poltek ini merupakan bagian dari rencana pembangunan 10 Poltek Kelautan dan Perikanan  se-Indonesia yang tahun ini dimulai pelaksanaannya, seperti di Bone, Karawang dan Kupang. 

Tujuannya untuk melengkapi  satuan pendidikan KKP yang sudah ada, terdiri dari Sembilan SUPM, tiga Poltek KP dan satu Sekolah Tinggi Perikanan di ima kampus.  “Apabila Pemda Padang Pariaman, siap menyediakan tanah dan bisa menjadi prioritas pembangunan Poltek tersebut”, tutur Rina.

Menurut Rina, program pendidikan yang diselenggarakan di satuan pendidikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diarahkan pada upaya pembentukan lulusan yang memiliki keterampilan, kompetensi, dan professional di sector kelautan dan perikanan. 

“Kita berharap lulusan dapat menjadi tenaga kerja yang profesioanl, baik sebagai pelaku utama muda modern, maupun sebagai tenaga kerja pada dunia usaha dan dunia industry di sector kelautan dan perikanan, baik di dalam mapun di luar negeri”, ungkap Rina kembali.

Sementara itu Asisten III Setda Padang Pariaman, Hj. Nety Warni, SE, MM, ketika dikonfirmasi, soal pengadaan lahan tersebut, mengatakan Pemda akan akomodir  keinginan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)  tersebut,  dan kita menunggu  surat kepastian tentang hal itu, selama ini Bupati Padang Pariaman, Drs. H. Ali Mukhni, sangat koperatif terhadap pendidikan. 

Menurut Nety Warni, selama ini sudah banyak berdiri kampus Pendidikan Tinggi  di Kabupaten Padang Pariaman, seperti Man Cindakia di Sintoga, Sekolah Tinggi Perhubungan di Tiram, Kecamatan Ulakan Tapakis yang memakai lahan seluas 40 hektar. 

“Insya Allah, Pemda Padang Pariaman akan pro aktif terhadap pengembangan pendidikan tinggi  perikanan tersebut”, ulang Nety kembali.

Pada sisi lain, guru senior SUPM Padang Pariaman, Akhiruddin, mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah menyediakan anggaran tahap pertaman sebanyak Rp. 40 miliar. Sedangkan lahan yang bisa dibebaskan terletak di Desa Padang Birik-birik.

“Muda-mudahan saja peluang ini  bisa ditangkap secepatnya oleh  Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni”, ungkap Akhiruddin. (amir)

google+

linkedin