BIJAK ONLINE (Padang)-Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno mengatakan, pelaksanaan festival randai sebagai pertanda bahwa masyarakat masih sangat peduli dengan budaya Minangkabau. 

"Kegiatan festival randai ini merupakan kepedulian kita terhadap budaya minang," kata Gubernur SUmatera Barat, Irwan Prayitno ketika membuka acara festival randai, di Taman Budaya Sumatera Barat, yang telah digelar sejak, Selasa, 9 Juni 2015.  

Menurut gubernur,  adat kebudayaan Minangkabau sangat banyak sekali."Kita berharap melalui festival ini bisa melestarikan budaya Minang, dan mengurangi degradasi budaya saat ini," kata politisi PKS ini.

Kemudian, kata gubernur, agar  para peserta festival randai selalu bisa meningkatkan kemampuannya untuk terus bersaing dan menciptakan pemuda dan pemudi yang memiliki moral yang tinggi. 

Randai, kata gubernur lagi, merupakan  salah satu permainan tradisional di Minangkabau yang dimainkan secara berkelompok dengan membentuk lingkaran, kemudian melangkahkan kaki secara perlahan, sambil menyampaikan cerita dalam bentuk nyanyian secara berganti-gantian. Randai menggabungkan seni lagu, musik, tari, drama dan silat menjadi satu.

"Cerita randai biasanya diambil dari kenyataan hidup yang ada di tengah masyarakat. Fungsi Randai sendiri adalah sebagai seni pertunjukan hiburan yang didalamnya juga disampaikan pesan dan nasihat. Semua gerakan randai dituntun oleh aba-aba salah seorang di antaranya, yang disebut dengan janang," kata Irwan Prayitno lagi.

Festival dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumbar dalam Pesona Seni Budaya Ranah Minang  tingkat provinsi yang berlangsung di Taman Budaya Sumatera Barat. Tema yang diangkat “ Melalui festival randai kita lestarikan seni tradisional yang berkarakter”.

 Peserta yang mengikuti Festival ini berjumlah 14 kelompok dimana tiap-tiap kelompok berjumlah +- 25 orang. Para peserta juga terlihat sangat bersemangat mengikuti festival ini. Festival memperebutkan Piala Gubernur Sumbar. (Humas Sumbar)

google+

linkedin