BIJAK ONLINE (Padang)-Trio Fajar pelajar kelas 12 SMA Baiturrahma Padang yang berboncengan dengan sepeda motor bersama temannya Nopran, diperas begal motor  di dekat jembatan Purus Jalan Ir Juanda Kelurahan Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat, sekitar pukul 21.30 WIB, Sabtu, 13 Juni 2015.

Kasus pemerasan yang dilakukan begal motor terhadap Trio Fajar kelahiran Padang, 26 Desember 1997 itu telah dilaporkannya ke Polsek Padang Barat dengan Surat Tanda Bukti Penerimaan Laporan Polisi Nomor; LP/266/K/VI/2015/Sektor Padang Barat

Kepada polisi yang menerima laporannya,  Idris pangkat atau NRP Aiptu/63110514. Jabatan KA SPK "C" Polsek Padang Barat, Trio Fajar menjelaskan, kejadian pemerasan  berawal sewaktu dirinya bersama temannya bernama Nopran sedang mengenadarai sepeda motor dan  tiba-tiba datang dari arah belakang datang  tiga  orang pemuda dengan mengendarai satu buah sepeda Satria FU warna Pink bonceng tiga dan langsung memepetnya dan menyuruh dirinya minggir.

Setelah itu, kata Trio Fajar, kunci sepeda motornya diambil ketiga begal tersebut  dan selanjutnya meminta handponenya bermerek Samsung  dan jam tangan merek Gece. "Kerugian saya sekitar Rp 1.200.000," kata kata pelajar SMA Baiturrahmah Padang yang berlamat di Jalan Berok Jembatan Lama Siteba Nomor 46 RT 004 RW 003 Kelurahan Kurao Pagang Kecamatan Naggalo Kota Padang.

Menurut Trio Fajar, dirinya tak menyangka akan mengalami nasib naas pemerasan ini. "Sebenarnya setelah jalan-jalan kepingir laut bermalam minggu, saya mau pulang lagi. Tapi, ya terjadi pemerasan," katanya kepada Tabloid Bijak, Sabtu, 13 Juni 2015.

Trio Fajar berharap, Polisi Padang Barat bisa membekuk perampoknya dan mengembalikan handphon dan jam tangannya. "Kini saya tak bisa lagi menghubungi orag tua, karena saya sudah tak punya handphone lagi," anak anak bungsu dari tiga bersaudara ini. 

Furnawely salah seorang ibu rumah tangga yang tinggal di jalan Siak menyebutkan, kasus pemerasan oleh begal motor ini sudah sering terjadi. "Kini daerah purus dan seputaran GOR Agus Salim sudah tak nyaman lagi dan kasihan yang jadi korban anak-anak sekolah dari berbagai daerah yang kost," kata wanita tiga anak ini. (PRB)

google+

linkedin