BIJAK ONLINE (Padang)-Mantan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Rusdi Lubis menilai Istilah "lelang jabatan " tidak dikenal pada UU Nomor 5 Tahun 2014 dan juga pada surat edaran Men-PAN RI.
"Kalau menurut saya, istilahnya yang tepat adalah seleksi terbuka untuk menyeleksi diantara PNS yang berkualitas menduduki jabatan dilingkungan organisasi pemerintah," kata Rusdi Lubis sebagaimana diberitakan Padangpos.com.
Menurut Rusdi Lubis, istilah lelang ini menimbulkan interpretasi maupun image yang kurang baik, seolah olah halnya sama dengan lelang proyek atau lelang lainnya yang menentukan itu siapa yang mau bayar lebih tinggi.
"Kalau seleksi , jelas memakai kriteria kriteria objektif yaitu berupa kriteria administrasi dak kriteria fisik, psikis dan kompetensi yang terdiri dari kompetensi tehnis, managerial dan sosial," kata pamong senior ini.
Sedangkan terbuka adalah diberi kesempatan yang sama kepada PNS yang telah memenuhi syarat administrasi untuk menduduki jabatan yang ada lowong.
"Dengan pengertian ini, serta betul betul menerapkan prinsip prinsip tersebut akan menghilangkan adanya kecurigaan, sakwasangka akan terjadi dalam pengsisian jabatan terdapat spoil system dan nepotisme, ujar Rusdi Lubis yang berpenalpilan sederhana.
Kemudian, Rusdi Lubis menilai suatu hal yang sangat positif dan baik kedepannya, agar Pemko Padang menempatkan atau memberikan Amanah Jabatan kepada ASN yang berkualitas, memiliki kemampuan, loyalitas yang tinggi untuk mendapatkannya tentu dengan mengadakan seleksi terbuka. bukan dengan Istilah Lelang Jabatan.
Secara terpisah, Ketua Tim Pendidikan dan Pelatihan LSM Mamak, Boy Satria SH menilai, masalah nama programnya tidak masalah. "Yang masalah itu, apakah lelang jabatan atau seleksi terbuka jabatan ini masuk dalam anggaran APBD Kota Padang? Kalau iya sebaiknya tim penyeleksinya independen dengan milbatkan akadimisi atau pakar dari kampus, ditambah mantan birokrasi seperti pak Rusdi Lubis, misalnya," kata anak Balai Selasa ini.
Jika tak melibatkan tim independen, kata Boy Satria, jelas keobjektifitasnya diragukan. "Soalnya, ada diantara yang ikut seleksi yang kualitasnya lebih hebat dan pintar dari Kepala BKD Kota Padang, yang jadi pejabat dengan main tunjuk saja," tegas Boy Satria alumni Universitas Bung Hatta ini. (padangpos.com)
